"Logikanya adalah bulan Juli karena kita harus menunggu dulu laporan semester I," ungkap Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro, di Gedung Djuanda, Kemenkeu, Jakarta, Senin (29/2/2016)
Dalam beberapa tahun yang lalu, kecenderungan proses revisi APBN dilakukan pada kuartal II-2016. Menurut Bambang, itu dalam posisi percepatan revisi, karena ada beberapa hal yang mendesak APBN untuk diubah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetapi, perhitungan APBN yang baru sangat bergantung terhadap kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty. Bila batal diberlakukan tahun ini, maka dipastikan ada pemotongan belanja yang cukup signifikan.
"Kalau nggak ada tax amnesty, baru ada pemotongan," tegas Bambang.
Sedangkan pagu belanja yang dimungkinkan dipotong adalah Kementerian/Lembaga (K/L). Di samping itu juga pagu belanja yang otomatis mengalami penurunan, seperti subsidi elpiji 3 kg akibat perubahan harga minyak dunia.
"Utama K/L, terus ada non K/L, kan biasanya itu kita lakukan, subsidi elpiji mungkin akan turun dengan harga yang turun ini," pungkasnya. (mkl/wdl)











































