Minta Kementerian Cepat Teken Kontrak, Jokowi: Agar Ada Peredaran Uang

Minta Kementerian Cepat Teken Kontrak, Jokowi: Agar Ada Peredaran Uang

Ray Jordan - detikFinance
Senin, 29 Feb 2016 16:30 WIB
Minta Kementerian Cepat Teken Kontrak, Jokowi: Agar Ada Peredaran Uang
Foto: Setpres
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini menyaksikan penandatanganan kontrak kegiatan strategis tahun anggaran 2016 Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). Jokowi ingin semua kementerian mempercepat penandatanganan kontrak proyek, agar pembangunan cepat berjalan.

"Saya dorong agar semua kementerian mempercepat tanda tangan kontrak. Tidak usah seperti dulu-dulu. Kalau dulu tanda tangan pasti Juli, September, Agustus. Nanti kejar-kejarannya baru November, Desember. Sudah hapal saya," kata Jokowi di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (29/2/2016).

Jokowi mengatakan, saat ini sudah ada beberapa kementerian yang melakukan penandatanganan kontrak pada Januari kemarin, yakni Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rkayat, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Perhubungan. Lewat percepatan penandatanganan kontrak ini, lanjut Jokowi, maka uang muka untuk memulai proyek tersebut bisa cepat disalurkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sehingga uang muka sudah keluar semua. Ada peredaran uang, ekonomi di masyarakat sudah jalan," kata Jokowi.

Total ada 133 paket kegiatan dengan nilai total Rp 3,04 triliun yang diteken Kementerian ESDM dalam kesempatan ini. Dari 133 paket tersebut, banyak yang dikerjakan di wilayah Indonesia bagian timur.

Salah satu proyek besar yang dibangun yakni pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) senilai Rp 57 miliar di Manokwari, Papua Barat. Hal ini pun mendapat apresiasi dari Jokowi.

"Tadi saya sudah baca, bagian timur banyak dikerjakan, gas rumah tangga dikerjakan. Kita harus tinggalkan tradisi lama. Oktober kontrak baru ditandatangan, sekarang diteken, besok harus sudah bekerja. Jadi cepat ditandatangan, cepat dikerjakan, cepat diselesaikan. Tapi juga kualitasnya, jangan cepat tapi kualitas jelek," jelas Jokowi.

PLTS yang dibangun di Manokwari tersebut berkapastias 2 megawatt (MW). Proyek ini dibangun oleh salah satu BUMN, yakni PT LEN Industri.

"Ini merupakan proyek strategis di mana nilai proyek untuk PT LEN untuk pembangunan PLTS ada 388 miliar dan yang akan di bangun di Manokwari PLTS 2 MW nilainya Rp 57,6 Miliar. Pengerjaan PLTS Manokwari ditargetkan akan memakan waktu 240 hari kerja, bahkan bisa dipercepat seperti proyek-proyek PLTS lainnya yang kami kerjakan," kata Dirut PT LEN Industri Abraham Mose. (jor/wdl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads