Keberatan Aher karena industri banyak berada di daerah Jabar namun lalu lintas ekspor dan impor produk dari sentra industri di Jabar melalui pelabuhan di Jakarta yakni Pelabuhan Tanjung Priok, bukan pelabuhan di Jabar.
"Bangun pelabuhannya di Jawa Barat, biar saya nggak marah-marah terus. Industrinya di Jawa Barat tapi untung tercatatnya di Priok terus," kata Aher, sapaan Heryawan ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (29/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tetap lanjutkan, tapi karena sudah dibatalkan yah cari lagi dan bangunnya digeser dekat dari Cilamaya. Memang Jabar harus punya pelabuhan sendiri," ujar Aher.
Selain pelabuhan, Aher menyatakan banyak perputaran uang dari industri di Jabar tidak banyak beredar di provinsinya namun kabur ke Ibukota.
"Pabrik-pabriknya di Jabar tapi uangnya larinya ke Sudirman-Thamrin (Jakarta). Harusnya kan kantor pusatnya di Jabar juga," sebut Aher. (feb/feb)











































