Ini Progres Tol Trans Sumatera di Provinsi Sumut

Ini Progres Tol Trans Sumatera di Provinsi Sumut

Dina Rayanti - detikFinance
Senin, 29 Feb 2016 18:23 WIB
Ini Progres Tol Trans Sumatera di Provinsi Sumut
Foto: Dina Rayanti - detikFinance
Medan - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini tengah menyelesaikan pembangunan dua ruas jalan Tol Trans Sumatera di wilayah Provinsi Sumatera Utara, yaitu ruas Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi dan ruas Tol Medan-Binjai.

Kedua ruas tol tersebut merupakan bagian dari 25 ruas jalan tol di Pulau Sumatera yang akan dibangun sepanjang 2.819 km.

Lantas bagaimana perkembangan pembangunan jalan tol tersebut?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Kondisi di proyek Trans Sumatera (Dina-detikFinance)


Berdasarkan pantauan detikFinance di ruas tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, kondisi jalan di ruas tol ini sebagian besar masih berbentuk tanah, namun ada juga yang sudah dilakukan pengerasan yaitu dengan diisi batu-batu kerikil, dan baru sebagian kecil yang sudah mengalami pengecoran. Selama perjalanan, tampak beberapa tiang pancang yang sudah terpasang.


Tiang pancang di proyek Trans Sumatera (Dina-detikFinance)


Saat ini progres konstruksi ruas tol Medan-Kualanamu sudah 43% dan pembebasan tanah sudah 85%. Kemudian, ada juga progres pembangunan seksi 3 yaitu Parbarakan-Tebing Tinggi yang merupakan bagian dari pembangunan Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi saat ini sudah mencapai 32%, sementara ruas tol Medan-Binjai pembangunan fisik sudah mencapai 8% dan pembebasan tanah 78%.


Proses pembetonan Tol Trans Sumatera (Dina Rayanti)


"Medan-Kualanamu itu panjangnya 17 km sekarang progresnya tanah nih sudah 85% bebas tapi pekerjaan baru 43%, ada section lagi Parbarakan-Tebing Tinggi, Parbarakan itu simpang Kualanamu-Tebing Tinggi itu panjangnya 44 km itu tanahnya juga sudah 82-83%, fisiknya 32%. Itu operatornya namanya Jasa Marga Kualanamu Tol (JMKT) sementara yang Kualanamu ini dibangun pemerintah, nah sekarang yang bagus progresnya itu dari Medan-Binjai tanahnya sudah 78%, tapi fisiknya 8%," ungkap Direktur Jenderal Bina Marga, Kementerian PUPR, Hediyanto W. Husaini, di Medan, Senin (29/2/2016).


Penampakan jalan yang dibeton (Dina-detikFinance)


Untuk masalah pembebasan tanah ruas Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi dan ruas Medan-Binjai. PUPR mencatat tantangan terbesar berada di dalam kota Medan. PUPR mencatat ada tanah sekitar 2 km yang belum dibebaskan.

Bila pembebasan lahan sukses sesuai jadwal, Kementerian PUPR mentargetkan 2 ruas Tol Trans Sumatera tersebut siap beroperasi di 2018.


Aktivitas proyek Tol Trans Sumatera (Dina-detikFinance)


"Yang belum beres tanahnya hanya yang di dalam kota Medan, tetapi yang di luar kota Medan tinggal sedikit lagi. Yang di dalam kota Medan, kita lagi proses, mudah-mudahan pertengahan tahun 2017 Medan-Binjai ini operasi, Medan-Kualanamu juga 2017 selesai jadinya, Parbarakan-Tebing Tinggi seksi tiganya akhir Desember 2016 selesai, jadi ada prospek lah, 2016 udah ada yang selesai, 2017 banyak yang selesai, 2018 sudah oke," kata Hediyanto.


Progres pilar-pilar proyek Trans Sumatera (Dina-detikFinance)
(feb/feb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads