Ini Proyek-proyek Jembatan Panjang di Luar Jawa

Ini Proyek-proyek Jembatan Panjang di Luar Jawa

Dina Rayanti - detikFinance
Selasa, 01 Mar 2016 09:56 WIB
Ini Proyek-proyek Jembatan Panjang di Luar Jawa
Foto: Istimewa
Medan - Sejumlah proyek jembatan di luar Jawa sedang dibangun. Salah satunya adalah Jembatan Merah Putih di Ambon yang sudah tersambung dan terlihat megah, tinggal menunggu finishing dan peresmian.

Direktur Jenderal Binamarga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Hediyanto W. Husaini, mengatakan ada sejumlah jembatan yang dibangun di luar Jawa, bahkan banyak yang lokasinya di Indonesia Timur.

"Ada Jembatan Kendari, Jembatan Holtekamp (Papua) dekat dengan perbatasan Papua Nugini, Jembatan Pulau Balang di Kalimantan Timur, ada lima jembatan besar-besar ini. Lalu ada Jembatan Musi IV (Sumatera Selatan)," kata Hediyanto di Medan, Senin (29/2/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jembatan Teluk Kendari di Kendari Sulawesi Tenggara memiliki panjang 1,3 kilometer (km), Jembatan Holtekamp di Jayapura memiliki panjang 733 meter.

Lalu, Jembatan Pualau Balang II di Balik Papan Kalimantan Timur memiliki panjang 804 meter yang merupakan kelanjutan dari pembangunan jembatan Pulau Balang I dengan total panjang keseluruhan jembatan Pulau Balang I dan II mencapai 1,27 km.

Lalu ada juga proyek Jembatan Kapuas Tayan di Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat, yang disebut-sebut sebagai yang terpanjang di Kalimantan. Jembatan ini akan membentang di atas Sungai Kapuas dengan panjang total 1,42 km dan terbagi atas 2 jembatan yakni jembatan pertama sepanjang 280 meter dengan lebar 11,5 meter, dan Jembatan kedua 1.140 meter dengan lebar 11,5 meter.

Hediyanto menjelaskan, Jembatan Teluk Kendari memakan biaya Rp 1 triliun.

Selain itu, ujar Hediyanto, juga mau dibangun jembatan sepanjang 1,2 km di Pulau Lembata, Flores Timur.

"Jembatan itu fungsinya untuk energi, karena arus di bawahnya jembatan fondasinya mau dipasang turbin, nanti biaya operasinya dengan turbin. Itu lagi kita kaji bersama-sama ESDM, karena bisa spesifik menghasilkan energi dan bisa sekalian transportasi," jelas Hediyanto. (ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads