Follow detikFinance
Selasa, 01 Mar 2016 15:27 WIB

Kemenhub Aktifkan Jalur Kereta Eks Belanda Besitang-Binjai 80 Km

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Foto: ilustrasi pembangunan jalur kereta (Grandyos Zafna-detik) Foto: ilustrasi pembangunan jalur kereta (Grandyos Zafna-detik)
Medan - Kementerian Perubungan (Kemenhub) akan mengaktifkan kembali (reaktivasi) jalur kereta mati peninggalan Belanda di Jawa dan Sumatera, di antaranya rute Stasiun Besitang-Stasiun Binjai di Sumatera Utara (Sumut) sepanjang 80 kilometer (km).

Saat ini, jalur kereta lintas Binjai-Besitang sebagian besar masih menggunakan rel R.25 yang terdiri atas bantalan kayu peninggalan Belanda. Jalur ini sudah tidak aktif sejak Agustus 2013 karena kondisi konstruksi jalan rel dan bangunan lain (jembatan, stasiun dan fasilitas operasi) sudah tidak layak operasi. Jalur kereta ini direncanakan siap dioperasikan pada tahun 2017.

Rencananya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal meninjau progres reaktivasi jalur Besitang-Binjai pada Rabu besok, (2/3/2016).

"Presiden RI direncanakan melakukan peninjauan pekerjaan reaktivasi jalur KA relasi Stasiun Binjai–Stasiun Besitang sepanjang 80 km," kata Dirjen Perkeretaapian Kemenhub, Hermanto Dwiatmoko dalam siaran pers, Selasa (1/3/2016).

Kegiatan konstruksi yang telah dilaksanakan untuk ruas Besitang-Binjai hingga akhir tahun 2015 meliputi pembangunan badan jalan kereta sepanjang 69,5 km, pemasangan rel R.54 sepanjang 55 km, pembuatan box culvert sebanyak 25 buah dan pemasangan pintu perlintasan di dua lokasi. Sumber pendanaan pelaksanaan pekerjaan reaktivasi jalan kereta tersebut berasal dari APBN Tahun Anggaran 2015 sebesar Rp 454 miliar.

Adapun pendanaan yang dianggarkan pada tahun 2016 sebesar Rp 20 miliar. Dikarenakan masih banyak pelaksanaan pekerjaan reaktivasi dan untuk memenuhi target pengoperasian relasi Stasiun Binjai-Stasiun Besitang pada tahun 2017, Ditjen Perkeretaapian telah mengusulkan untuk penambahan anggaran kegiatan yang bersumber dari APBN-P 2016 sebesar Rp 105 miliar dan usulan RKA tahun 2017 Rp 599 miliar.

Masih di Sumut, Kemenhub juga akan memulai pembangunan jalur ganda layang kereta relasi Stasiun Medan-Stasiun Bandar Khalipah. Kesiapan pembangunan ini ditandai dengan akan dilakukannya groundbreaking pembangunan pada Rabu besok di wilayah Sumut, tepatnya di Km 2+800 antara Stasiun Medan-Stasiun Bandar Khalipah.

Groundbreaking rencananya dilakukan oleh Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan dan Plt. Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi.

Hermanto mengatakan pembangunan jalur ganda kereta relasi Stasiun Medan-Stasiun Bandar Khalipah sepanjang 8 km merupakan bagian dari pembangunan jalur ganda relasi Stasiun Medan-Stasiun Bandara Kualanamu sepanjang 27 km.

Proyek jalur ganda kereta yang dibangun secara elevated (layang) tersebut dilakukan dalam rangka mendukung pengoperasian Kereta Bandara Kualanamu yang akan menghilangkan 9 perlintasan sebidang eksisting.

"Dengan beroperasinya jalur ganda layang kereta, akan menambah kapasitas lintas, mempercepat waktu tempuh serta meningkatkan keselamatan perjalanan kereta dan pengguna jalan raya," tambahnya.

Lanjut Hermanto, pembangunan jalur ganda kereta at grade relasi Stasiun Araskabu-Stasiun Bandar Khalipah sepanjang 19 km telah dimulai pada tahun 2014. Kegiatan pembangunan tersebut meliputi pekerjaan pembangunan rel sepanjang 14 km, pembangunan jembatan kereta sebanyak 22 unit, serta pembangunan persinyalan elektrik di Stasiun Bandar Khalipah, Stasiun Araskabu, dan Stasiun Kualanamu sebanyak 3 unit. Pada 2016 direncanakan pekerjaan jalan rel tersisa sepanjang 5 km dapat diselesaikan.

Pembiayaan terhadap kegiatan pembangunan yang dilakukan pada 2014-2015 tersebut dibebankan ke APBN dengan total anggaran sebesar Rp 366,1 miliar yang terdiri dari pembangunan jalur ganda sebesar Rp 193 miliar, pembangunan jembatan kereta sebesar 98,7 miliar, dan pembangunan persinyalan elektrik sebesar Rp 74,4 miliar.

Sedangkan pembiayaan pelaksanaan pekerjaan 2016 terdiri dari penyelesaian pembangunan jembatan kereta dan penyelesaian pembangunan persinyalan elektrik sebesar Rp 80,5 miliar. Untuk dapat memenuhi target pengoperasian jalur ganda relasi Stasiun Bandar Khalipah-Stasiun Kualanamu di 2016, Kemenhub akan mengajukan usulan penambahan anggaran sebesar Rp 59,1 miliar melalui APBN-P tahun 2016.

Hermanto menambahkan bila pembangunan jalur ganda layang kereta relasi Stasiun Medan-Stasiun Bandar Khalipah, jalur ganda kereta at grade relasi Stasiun Bandar Khalipah-Stasiun Kualanamu serta reaktivasi jalan kereta relasi Stasiun Binjai-Stasiun Besitang nantinya dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat akan jasa transportasi massal berbasis kereta api di Sumut.

"Pemerintah berharap dengan peningkatan pelayanan perkeretaapian akan memberi kemudahan bagi mobilitas masyarakat dengan tersedianya transportasi kereta api yang terintegrasi dengan Bandara Kualanamu serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara. Pembangunan ini juga merupakan bagian dari fokus kerja Kemenhub dalam rangka meningkatkan kualitas, kapasitas, serta keselamatan dan keamanan transportasi," paparnya. (feb/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed