Ekonomi Melambat, Deflasi Jadi Tren Dunia

Ekonomi Melambat, Deflasi Jadi Tren Dunia

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Selasa, 01 Mar 2016 17:10 WIB
Ekonomi Melambat, Deflasi Jadi Tren Dunia
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka deflasi Februari 2016 sebesar 0,09%.

Ekonom INDEF dan Kandidat Doktor Durham University Business School Inggris, Dzulfian Syafrian menilai, cepat atau lambat Indonesia pasti akan mengikuti tren dunia, yaitu terjadi deflasi global.

Deflasi global terjadi selain karena lambatnya pertumbuhan ekonomi dunia, ditambah jatuhnya harga-harga komoditas dan energi khususnya minyak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Deflasi pada bulan Februari ini memperkuat argumentasi saya beberapa minggu lalu, saat Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunganya, di mana semakin terbuka lebar bagi BI untuk kembali memangkas suku bunganya," ujarnya kepada detikFinance, Selasa (1/3/2016).

Deflasi ini, kata Dzulfian, akan terus berlanjut selama perekonomian global masih belum pulih dan harga-harga komoditas dan energi masih anjlok seperti saat ini.

Memang, jatuhnya harga komoditas pasti memukul perekonomian Indonesia karena memang ekspor Indonesia sangat bergantung oleh barang-barang komoditas.

Namun, hal ini dapat dikompensasi dengan anjloknya harga minyak mengingat Indonesia adalah negara net importir minyak sehingga jatuhnya harga minyak merupakan bonus dan 'insentif' bagi perekonomian Indonesia.

"Oleh karena itu, peluang ini harus dilihat dengan seksama oleh para pengambil kebijakan khususnya BI dan pemerintah," imbuh Dzulfian. (drk/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads