Darmin Nasution: Kita Butuh Investor

Darmin Nasution: Kita Butuh Investor

Maikel Jefriando - detikFinance
Rabu, 02 Mar 2016 16:28 WIB
Darmin Nasution: Kita Butuh Investor
Foto: Maikel Jefriando
Jakarta - Indonesia membutuhkan investasi yang besar masuk ke dalam negeri untuk memacu pertumbuhan ekonomi lebih tinggi. Sulit terlalu bergantung kepada konsumsi rumah tangga, apalagi ekspor yang dimungkinkan masih terkontraksi.

"Apa yang bisa dilakukan agar ekonomi tumbuh tinggi? Kalau kami sekarang konvensional saja, yaitu undang investor. Karena bagaimana pun kita butuh investor," ungkap Menko Perekonomian, Darmin Nasution, dalam seminar Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) di Menara BTN, Jakarta, Rabu (2/3/2016)

Di samping itu, simpanan masyarakat Indonesia di pasar keuangan juga sangat rendah. Sehingga tidak sanggup memenuhi kebutuhan pembiayaan pembangunan di dalam negeri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Persoalan mendasar kita adalah saving (tabungan) kita terlalu rendah dibanding investasi yang dibutuhkan. Kelihatannya yang bisa ditempuh adalah undang investor jangka panjang karena perkembangannya jangka panjang, artinya tidak terlalu terpengaruh dengan situasi hari ini," paparnya.

Banyak investor yang bisa dilibatkan untuk menanamkan modalnya di dalam negeri. Khususnya yang pertama adalah bidang infrastruktur dengan skema kerjasama yang juga disiapkan sebaik mungkin.

"Apakah investor negara, BUMN suatu negara atau investor yang lain melalui PPP (public private partnership) berinvestasi di bidang infrastruktur," terang Darmin.

Setelah infrastruktur, maka bergeser ke investasi yang lebih umum, seperti pariwisata. Sektor ini memang terlihat sederhana, akan tetapi banyak hal yang harus dibenahi, baik dari regulasi hingga keterbatasan infrastruktur. Dari sektor pariwisata

"Maka kami betul-betul berusaha lahirkan beberapa kawasan yang didorong jadi destinasi tujuan wisata. Kami punya beberapa daerah yang jadi prioritas dan ada banyak yang tertarik, meski kami tahu ini tidak mudah. Mulainya gampang, tapi menjadikannya tujuan wisata butuh upaya besar. Perlu bukan hanya keindahan alam tapi harus ada kombinasi dengan budaya kesenian. Kalau di Bali malah conference hall," paparnya.

Sektor lainnya yang siap untuk didukung adalah perikanan. Darmin melihat potensi besar dalam sektor tersebut, walaupun sekarang masih terlihat belum menjanjikan. "Perikanan yang merupakan sektor dengan potensi besar. Itu menarik," tukasnya. (mkl/wdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads