Investor Terhambat Bangun Pembangkit Listrik di RI, Ini Sebabnya

Investor Terhambat Bangun Pembangkit Listrik di RI, Ini Sebabnya

Muhammad Idris - detikFinance
Rabu, 02 Mar 2016 16:56 WIB
Investor Terhambat Bangun Pembangkit Listrik di RI, Ini Sebabnya
Foto: Muhammad Idris-detikFinance
Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebut sebanyak 200 perusahaan tengah dalam tahap konstruksi sepanjang 2015. Proyek yang telah direalisasikan mencapai Rp 264,7 triliun atau 51,4% ,dari total rencana investasi 200 perusahaan tersebut sebesar Rp 512,6 triliun.

Deputi Bidang Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM, Azhar Lubis mengungkapkan, dari 200 proyek tersebut, 22 proyek merupakan proyek pembangkit listrik, dan baru 5 pembangkit yang telah selesai konstruksi.

Masih ada 17 lagi pembangkit listrik yang masih dalam tahapan konstruksinya. Lamanya proses pembangunan konstruksi pembangkit ini disebabkan masalah jaringan transmisi yang belum siap.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pertama bangun pembangkit kan harus ada jaringan (transmisi). Itu kan harus dibangun PLN, malah ada pembangkit sudah siap tapi jaringan belum siap, kan harus ada jaringan yang sambungkan ke gardunya PLN," kata Azhar, ditemui di kantor BKPM, Jakarta, Rabu (2/3/2016).

"Sementara pembangkit listrik lokasinya biasanya jauh, karena seperti batu bara harus punya pelabuhan sendiri, yang jaraknya 5-10 kilometer dari jaringan yang ada," tambahnya.

Di sisi lain, lanjut Azhar, membangun transmisi juga terkendala banyak masalah, terutama masalah pembebasan lahan.

"Waktu bangun tower listrik kan harus bebaskan lahan juga. Ini makanya kita bantu koordinasikan perencanaan pembangunannya dan transmisi dari PLN," ujarnya.

Masalah kedua, kata Azhar, yakni masalah kesepakatan harga daya listrik antara investor dengan PLN yang kadang bisa berlarut-larut.

"Pertama bangun pembangkit kan harus ada agreement harga listrik dengan PLN. Staf PLN mungkin terbatas sementara negosiasi harga lagi banyak, harga kan beda-beda. Di Timur berapa kilowatt kan beda dengan di Barat," tutupnya. (wdl/wdl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads