Pertama atau 1 Maret, Jokowi meninjau lokasi Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Di sini Jokowi ingin mengetahui kondisi bandara yang bakal dikembangkan oleh PT Angkasa Pura II (Persero) untuk mendukung pariwisata Danau Toba. Selanjutnya masih di hari yang sama, Jokowi juga memimpin rapat mengenai pengembangan Danau Toba, termasuk infrastruktur pendukung seperti Bandara Silangit. Jokowi mau agar Bandara Silangit bisa didarati pesawat jet sekelas Airbus 320 atau Boeing 737.
"Pertama membangun Bandara Silangit yang akan langsung dimulai pada bulan April, akan selesai janji (Dirut AP II) dengan saya pada bulan September. Tapi okelah mundur-mundur paling akhir tahun ini," kata Jokowi saat berada di Simalungun, Sumut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bandara ini dikembangkan oleh Kementerian Perhubungan. Pasca direnovasi, terminal penumpang Bandara Rembele diperluas dari hanya 400 m2 menjadi seluas 1.000 m2. Pada sisi udara, memperpanjang landasan dari semula 30 x 1.400 m menjadi 30 x 2.250 m. Alhasil, Bandara Rembele kini bisa didarati pesawat lebih besar seperti kelas ATR 72.
Usai di Takengon, Jokowi kemudian meninjau progres proyek tol Trans Sumatera di wilayah Sumut. Pertama, Jokowi meninjau ruas Medan-Kualanamu. Di sini, Jokowi langsung melihat lebih dekat kondisi fisik jalan. Saat mengecek tol, Jokowi didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono. Setelah itu, Jokowi pindah mengecek proyek Tol Trans Sumatera ruas Medan-Binjai.
Tak berhenti di situ, Jokowi melanjutkan perjalanan meninjau reaktivasi jalur kereta Trans Sumatera rute Stasiun Besitang-Stasiun Binjai di Sumut sepanjang 80 kilometer (km). Reaktivasi rel eks Belanda ini akan ditanggung oleh APBN melalui Kemenhub. Masih di Medan, Jokowi juga melakukan groundbreaking proyek jalur rel ganda layang kereta relasi Stasiun Medan-Stasiun Bandar Khalipah. Â
Â
Hari ini, Jokowi terbang ke Sumatera Selatan untuk meninjau beberapa lokasi proyek. Pertama, Jokowi akan melihat perkembangan pembangunan proyek Light Rail Transit (LRT) Palembang sepanjang 23 km dengan kebutuhan dana Rp 11,49 triliun. Proyek yang dibiayai oleh APBN ini bertujuan untuk mengurai kepadatan lalu lintas di Kota Palembang dan menyambut Asian Games 2018.
Tak hanya itu, Jokowi di Palembang juga diagendakan akan melihat progres Tol Trans Sumatera ruas Palembang-Indralaya seksi I, yaitu dari Palembang-Pamulutan sepanjang 7,10 km.
Padatnya agenda Jokowi mengecek proyek infrastruktur di Sumatera bukan tanpa alasan. Jokowi ingin memastikan perkembangan dan target penyelesaian proyek yang dibiayai APBN berjalan sesuai rencana. Alasan lain, Jokowi mau memberikan semangat kepada satuan kerja di proyek infrastruktur yang dikunjungi.
"Kalau ada orang kerja nggak dicek nggak semangat. Kalau dicek semangat, dan kalau ada masalah bisa diputuskan solusinya," pungkas Jokowi. (feb/dnl)











































