Demikian hasil rapat koordinasi yang dipimpin Menko Perekonomian Darmin Nasution bersama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Perdagangan Thomas Lembong, di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (3/3/2015).
Darmin menjelaskan, permintaan Uni Eropa sangat memberatkan Indonesia bila skema ini tetap dijalankan. Misalnya terkait dengan pembebasan bea masuk sebesar 95% pos tarif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Darmin, Indonesia berada dalam posisi yang kuat untuk berunding dengan Uni Eropa. Beberapa persyaratan yang memberatkan Indonesia, harusnya bisa dihilangkan.
"Mestinya dengan Uni Eropa, kita berani untuk ambil risiko karena kita tidak bersaing dengan mereka. Beda jika dibandingkan kompetitor lain, India dan China," kata Darmin.
Rapat masih akan dilakukan secara intensif untuk menjaga koordinasi dengan beberapa menteri. Ditargetkan selesai April mendatang, sebelum Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertandang ke beberapa negara di Eropa, seperti Jerman, Inggris, Belanda dan Belgia.
"Kita harus punya milestone yang mau dicapai, kalau tidak perundingannya akan berputar, tidak mencapai target," tegasnya. (mkl/drk)










































