Jokowi didampingi dan diarahkan Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi di depan komputer. Jokowi mengisi SPT pajak online sekitar 10 menit.
Di meja sebelahnya, nampak Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin. Meja sebelahnya lagi, Menteri PU-PERA Basuki Hadimuljono dan Seskab Pramono Anung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang online saya kira di mana pun bisa dikerjakan, tidak harus di kantor, rumah di sini pun bisa dikerjakan asal ada wifi, dan tadi dikerjakan meski tadi nggak tahu, mungkin ada yang keliru password nya, tiga kali kita ulang dan masuk. Saya kira semua pembayar pajak yang ingin sampaikan SPT nggak usah ke kantor pajak. Online semuanya," terang Jokowi.
Menurut Jokowi, melalui sistem online akan bisa memudahkan masyarakat dalam melaporkan pajaknya. Jokowi ingin, semua masyarakat tepat waktu membayar pajak.
"Ya semuanya bisa segera menyampaikan SPT-nya lewat online maupun offline, yang jelas sistem ini saya kira percepat pembayaran pajak untuk sampaikan SPT-nya. Yang lain (target pajak) biar ke Menkeu dan Dirjen Pajak," kata Jokowi.
Jokowi berharap, dengan kemudahan pembayaran pajak akan mampu meningkatkan target penerimaan pajak.
"Kita inginnya setiap tahun ada kenaikan penerimaan negara baik pajak atau non pajak, ya karena memang kita masih kecil sekali rasionya, tax rasio kita masih 11%. Jadi masih ada ruang dinaikkan baik pribadi, badan, PPn, itu yang ingin kita kerjakan, ekstensifikasi," pungkasnya. (drk/hns)










































