Direktur Perdagangan, Investasi dan Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan Turki akan menjadi batu loncatan untuk bisa mengekspor ke Timur Tengah.
"Pasar-pasar baru perlu kita lihat seperti misalnya Timur tengah dan Turki. Turki itu akan menjadi batu loncatan kita untuk masuk daerah Timur Tengah," ujar Amalia di kantor Bappenas, Jumat (4/3/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Afrika akan menjadi pasar alternatif. Namun, mungkin perlu kerja yang lebih karena kalau Afrika belum ada bank yang terkoneksi ke sana. Untuk pasar Afrika yang ditekankan adalah fasilitas pembiayaan dan perdagangan," kata Amalia.
Dia menyebut Nigeria sebagai contoh negara di Afrika yang menjadi tujuan ekspor produk non migas Indonesia. Menurut Amalia, permintaan Nigeria terhadap produk non migas Indonesia cukup besar, seperti tekstil dan sepatu.
Amalia menambahkan, selain mencari pasar baru negara tujuan ekspor, daerah (Pemda) telah diimbau untuk terlibat dalam meningkatkan pasokan produk ekspor non migas. Caranya dengan membantu UKM (Usaha Kecil Menengah) menghasilkan produk-produk yang berkualitas dan berorientasi ekspor.
"Daerah harus berkontribusi terhadap peningkatan ekspor non migas. Yang punya produk ekspor dari daerah bukan di Jakarta loh, seperti produk tekstil dari Jawa barat, yang punya produk kulit, Jawa Timur," kata Amalia. (hns/feb)










































