"Indonesia dan Gambia berkomitmen untuk meningkatkan kerjasama perdagangan dan investasi," kata Menlu Retno Marsudi di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (6/3/2016).
Nilai perdagangan kedua negara pada tahun 2015 sebesar US$ 25,295 juta. Angka ini menurun cukup jauh dibanding tahun sebelumnya. Pada tahun 2014, nilai perdagangan keduanya US$ 42,93 juta. Produk ekspor utama RI ke Gambia adalah CPO, sabun, dan makanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SKB pertama RI-Gambia telah dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 13 Maret 2013. Selain itu, kedua negara juga sepakat untuk menguatkan kerja sama capacity building khususnya dalam hal peningkatan produksi beras dan agro-processing.
Β
Pada tahun 2014, Indonesia juga telah memberikan 5 traktor tangan kepada Agricultural Rural Farmer Training Center (ARFTC) di Jenoi, Gambia. ARTFC didirikan oleh Indonesia di Jenoi, Gambia pada tahun 1998 dan telah dimanfaatkan oleh negara-negara Afrika Barat.
Selama tahun 2010-2013, ARTFC telah memberikan pelatihan kepada 5.114 petani dari Gambia dan negara sekitar antara lain Senegal, Mali, Niger, Sierra Leone, Guinea-Bissau, dan Guinea.
Sementara itu Menlu Gambia, Neneh Macdouall-Gaye, juga mengungkapkan pentingnya kerjasama dengan Indonesia. Bagi Gambia, bantuan Indonesia sangat membantu meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat setempat.
"Hubungan kerjasama dengan Indonesia sangat baik dan akan terus ditingkatkan. Kami mengapresiasi bantuan yang telah diberikan selama ini," ujar Neneh. (khf/feb)











































