Pertemuan ini dihadiri 6 orang perwakilan DPR dan DPD, serta Kepala SKK Migas, Amin Sunaryadi beserta jajarannya. Dalam pertemuan itu, Amien mengatakan, Indonesia memiliki pengalaman dalam membangun kilang LNG.
Contohnya lapangan Arun di Lhokseumawe, Aceh. Menurut Amien, sekarang gas di lapangan itu sudah habis, dan kalau dilihat pembangunan lapangan Arun tak ada dampaknya bagi masyarakat Lhokseumawe.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Amien mencontohkan, situasi yang tak jauh berbeda juga terjadi pada Kilang LNG Bontang di Kalimantan Timur (Kaltim) yang tak optimal manfaatnya bagi masyarakat.
"Bontang, 4 dari 8 train nganggur. Kalau ke Balikpapan listrik mati sehari bisa 5 kali. Walaupun dana bagi hasil besar, tingkat kemiskinan juga tinggi," tutur Amien.
Berkaca pada kondisi di Arun dan Bontang, Amien mengatakan, jangan sampai pembangunan kilang LNG di Masela tak membawa manfaat bagi masyarakat Maluku.
"Jangan sampai Masela nggak bermanfaat untuk rakyat Maluku," imbuhnya. (hns/feb)










































