Susi Bangun Sentra Bisnis Perikanan, Ini Manfaatnya Bagi Nelayan

Susi Bangun Sentra Bisnis Perikanan, Ini Manfaatnya Bagi Nelayan

Dina Rayanti - detikFinance
Selasa, 08 Mar 2016 14:56 WIB
Susi Bangun Sentra Bisnis Perikanan, Ini Manfaatnya Bagi Nelayan
Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta - Nelayan di Pulau Simeulue kini tak lagi gelisah hasil tangkapannya tak bisa dijual. Pasalnya, di salah satu kabupaten di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam itu, sudah dibangun Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT).

Sentra kelautan dan perikanan ini merupakan lokasi bisnis terpadu yang dibangun Kementerian Kelautan dan Perikanan, untuk memasarkan ikan hasil tangkapan nelayan. Menurut Wakil Bupati Simeulue, Hasrul Edyar, sebelum ada SKPT, nelayan terpaksa membuang hasil tangkapan karena tak ada pembeli yang menampung.

Hasrul bercerita, masyarakat Simeulue sering mengeluh karena saat musim panen ikan tiba tak ada yang menampun dan membeli ikan mereka. Sehingga, hasil tangkapan banyak yang busuk dan dibuang ke laut dan atau dikubur dalam tanah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Masyarakat Simeulue sering mengeluhkan jika sedang musim panen ikan tak ada yang menampung, tak ada yang membeli. Sehingga banyak hasil tangkapan dibuang ke laut atau ditanam di pantai, daripada busuk dan jadi sumber penyakit. Kami tanam di pantai dengan berlinang air mata," kata Hasrul saat menghadiri Rapat Koordinasi di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Selasa (8/3/2016).

SKPT di Simeulue dilengkapi dengan kapal operasional PK2PT, jetty apung, dermaga, cold storage berkapasitas 80 ton. Selain itu, dilengkapi juga dengan mobil pendingin, dockyard kapasitas 80 ton, pabrik es, dan pertokoan nelayan.

Hasrul menambahkan, dengan adanya SKPT, maka hasil tangkapan ikan para nelayan di Simeulue langsung bisa dijual.Tak perlu menunggu lama seperti sebelumnya hingga ikan akhirnya busuk.

"Dari program khusus yang dilaksanakan KKP ini kami sudah merasakan langsung dampak positifnya baik bagi pemda maupun masyarakat secara umum," ujar Hasrul.

Sebagai informasi, SKPT dibangun di 15 wilayah perbatasan yaitu Simeulue, Natuna, Tahuna, Saumlaki, Merauke, Mentawai. Kemudian, Nunukan, Talaud, Morotai, Biak Numfor, Timika, Saumlaki, Kisar, Rote Ndao, dan Tual. (hns/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads