"Sampai dengan hari ini, baru masuk 800.000 e-filling SPT," ungkap Mekar Staria Utama, Direktur P2Humas Ditjen Pajak di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Selasa (8/3/2016).
Realisasi ini masih jauh dari target yang ditetapkan Ditjen Pajak. Mekar menyebutkan target tahun ini adalah 7 juta wajib pajak orang pribadi. Jauh di atas target 2015 yang sebesar 2,5 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetapi target tersebut dengan asumsi penambahan wajib pajak baru sebanyak 36 juta. Sayangnya, realisasi pada 2015 hanya mencapai 28 juta.
"Tapi target 7 juta berusaha kita penuhi," terang Mekar.
Ditjen Pajak menyebutkan berbagai upaya sebelumnya telah dilakukan. Di antaranya, bekerja sama dengan Kemenpan RB melewati Surat Edaran Nomor 8 Tahun 2015 yang isinya percepatan penyerahan bukti potong PPh 21 Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI dan Polri dan harus menggunakan e-filling.
"Itupun sudah bisa capai 4-5 juta lah bisa dapat. Masuk juga ke yang punya nasabah banyak BPJS, Taspen, dan BUMN dan BUMD, OJK dan BI. Kita optimistis," pungkasnya. (mkl/ang)











































