Follow detikFinance
Rabu 09 Mar 2016, 22:55 WIB

Pengusaha Ini Bisnis Cokelat dengan Menggandeng Petani Kakao

Hans Henricus BS Aron - detikFinance
Pengusaha Ini Bisnis Cokelat dengan Menggandeng Petani Kakao Foto: Dokumentasi Cokelat nDalem
Jakarta - Berbisnis sekaligus menciptakan nilai tambah bagi produk hasil pertanian ternyata bisa berjalan beriringan. Inilah yang dijalankan Meika Hazim, pengusaha cokelat bar (batangan) dari Yogyakarta.

Meika menjalin kerja sama dengan petani kakao dari Gunung Kidul, Yogyakarta. Petani memasok bijih kakao yang sudah difermentasi, dan kemudian diolah menjadi cokelat batangan dengan aneka rasa.

Meika bercerita, bisnis cokelat dimulai pada 2013. Namun, saat itu Meika belum menggandeng petani kakao, melainkan masih bekerja sama
dengan pabrikan.

Kemudian, pada November 2015 Meika mulai merintis kerja sama dengan petani kakao.

"Jadi ini pengembangan bisnis dari yang pertama kali kita mulainya tahun 2013. Terus seiring berjalannya waktu kita tambah mengenal dunia percokelatan, terus ketemu sama petani-petani Kakao. Jadi ingin memberikan value lebih ke petani kakao ini," kata Meika kepada detikFinance, Rabu (9/3/2016).

Sebelum menjalin kerja sama dengan petani, dalam kurun waktu 2013-2015, Meika sempat menabung untuk membeli alat-alat untuk membuat cokelat.

"Pas kita sudah punya alat-alat, di 2015 kita mulai bekerja sama langsung dengan petani. Kita kerja sama dengan petani untuk bikin produk yang istilahnya bean to bar, dari bijih menjadi cokelat bar," ujar finalis Wirausaha Muda Mandiri 2014 itu.

Meika melabeli hasil racikannya dengan merek Cokelat nDalem. Nama nDalem dipakai karena Meika merintis bisnis cokelat mulai dari rumah orang tuanya di Yogyakarta.

Meski sekarang sudah membuka gerai, Meika tetap mempertahankan nDalem sebagai merek dagang.

"Untuk melanjutkan supaya konsepnya tetap rumah, meski sudah punya gerai, kita desain ada mini museum cokelat, terus kita desain bisa
dilihat proses pembuatan cokelatnya juga. Tapi konsep akhirnya tetap di rumah," kata Meika.

Cokelat nDalem dibanderol mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 50.000-an per batang dan memiliki aneka rasa. Meika menjelaskan, cokelat nDalem saat ini memiliki 19 rasa, dari sebelumnya hanya 9 rasa saat pertama kali produksi.

Sedangkan cokelat hasil kerja sama produksi dengan petani kakao, menghasilkan 6 rasa. Pertama, lini rasa klasik yaitu dark cokelat, milk cokelat, dan extra dark cokelat dibalut pembungkus bermotif batik khas Yogyakarta yang digunakan pada prosesi pernikahan.

Kedua, lini rasa pedas itu yaitu jahe, papermint, cabe, dibalut pembungkus bermotif wayang-wayang yang gaya bicaranya ceplas-ceplos cenderung pedas. Ketiga, lini rasa rempahnesia, ada cengkeh kayu manis, dan rasa sereh, dibalut pembungkus bermotif prajurit keraton sebagai guardian rempah-rempah Indonesia.

Keempat, lini rasa wedangan, ada wedang uwuh,wedang ronde, wedang bajigur dicampur ke dalam cokelat. Kelima, lini rasa kopinesia, yaitu kopi dari Aceh, Yogyakarta, Bali, Flores, Toraja, Papua, dan kopi
Arabika, dicampur cokelat.

Keenam, lini rasa green tea. Selain 6 rasa itu, kerja sama cokelat dengan petani juga menghasilkan varian white cokelat 42% dan 52% serta dark cokelat 68%, 72%, 84%, dan 100%.

Dalam sebulan, Meika mampu menjual kurang lebih 4.000 Cokelat nDalem. Selain itu, dalam sebulan bisnis Meika melalui CV. nDalem Mulya
Mandiri, meraup omzet kurang lebih Rp 30 juta.

Produk Cokelat nDalem dipasarkan secara online, yaitu melalui situs cokelatndalem.com, twitter dan instagram. Sedangkan pemasaran offline dilakukan dengan mengikuti pameran di dalam dan luar negeri.

"Saya ikut pameran di dalam negeri, dan luar negeri seperti di Jepang, Hong Kong dan Malaysia," sebutnya.

Jika ingin mengetahui lebih lanjut tentang produk Cokelat nDalem bisa mengunjungi situs cokelatndalem.com atau datang langsung ke gerainya di Jalan Bhayangkara nomor 23. Yogyakarta. (hns/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed