Salah satu yang menunjukkan perkembangan adalah jalan akses perbatasan di Provinsi Kalimantan Barat.
"Kami sudah menyelesaikan paket pekerjaan tahun 2015 yakni peningkatan struktur dan pelebaran jalan di tiga titik lokasi yakni Aruk, Entikong dan Nanga Badau," ujar Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah III Kementerian PUPR Javid Huriyanto dihubungi detikFinance, Jumat (11/3/2016).
Proyek jalan perbatasan RI-Malaysia |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rata-rata sepanjang 600-700 meter dari PLBN di 3 titik tersebut. Kita lebarkan menjadi 4 lajur lengkap dengan bahu jalan. Mirip seperti Jalan tol, ada bahu jalannya, badan jalannya dua arah dengan masing-masing dua lajur dan ada mediannya," ungkap dia.
Pembangunan jalan akses menuju PLBN sendiri merupakan amanah Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak dirinya menjabat.
"Pak Jokowi ingin, pokoknya jalan kita harus lebih bagus dari negara tetangga (Malaysia)," sambung dia.
Proyek jalan perbatasan RI-Malaysia |
Perlu diketahui, pekerjaan terkait jalan kawasan perbatasan di Kalimantan terbagi dalam dua jenis kegiatan.
Pertama, pembangunan jalan paralel, yaitu dibangun sejajar dengan garis batas negara. Kedua, pembangunan Jalan Akses perbatasan yang merupakan penghubung PLBN dengan jaringan jalan nasional lain.
Di Kalimantan Barat terdapat tiga titik PLBN. Pertama, PLBN yang akan dilebarkan yaitu PLBN Aruk di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Kedua, PLBN Entikong di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.
Ketiga, PLBN Nanga Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
"Kalau dipersentasekan, jalan akses perbatasan pekerjaannya sudah 15%. Tahun ini kita sambung lagi dengan paket pekerjaan multi years (tahun jamak). Pekerjaannya masih sama, membangun 'Jalan Tol' yang lebih bagus dari negara tetangga," pungkas dia. (dna/hns)












































Proyek jalan perbatasan RI-Malaysia
Proyek jalan perbatasan RI-Malaysia