Kementan Bingung Cabai di Garut Rp 27.000/Kg, Sampai Jakarta di Atas Rp 50.000/Kg

Kementan Bingung Cabai di Garut Rp 27.000/Kg, Sampai Jakarta di Atas Rp 50.000/Kg

Michael Agustinus - detikFinance
Senin, 14 Mar 2016 16:37 WIB
Kementan Bingung Cabai di Garut Rp 27.000/Kg, Sampai Jakarta di Atas Rp 50.000/Kg
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Harga cabai rawit dan cabai merah keriting di Jakarta meroket. Di tingkat pedagang eceran, cabai rawit kini harganya sampai Rp 80.000-90.000/kg, sedangkan cabai merah keriting mencapai Rp 70.000/kg.

Kementerian Pertanian (Kementan) mengaku heran, sebab harga di petani tak mengalami kenaikan signifikan. Di Garut misalnya, harga cabai di tingkat petani hanya Rp 26.000- Rp 27.000/kg, sangat jauh di bawah harga cabai ketika sampai di Jakarta.

"Di petani di Garut harga cabai hanya Rp 26.000- Rp 27.000/kg. Tapi harga di Jakarta sampai di atas Rp 50.000/kg. Saya bingung," kata Direktur Budidaya dan Pasca Panen Sayuran Kementan, Yanuardi, saat dihubungi detikFinance di Jakarta, Senin (14/3/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, tidak ada masalah di sisi produksi. Berdasarkan perhitungan Kementan, produksi cabai masih mencukupi meski Januari hingga Maret ini sedang puncak musim hujan.

Total panen cabai di bulan Januari mencapai 97.575 ton, lalu Februari mencapai 108.132 ton, sedangkan pada Maret 101.471 ton. Sementara kebutuhan cabai hanya 75.762 ton per bulan.

"Jadi sebenarnya mencukupi, kita sudah hitung luas tanam di berbagai daerah, itu di lapangan ada. Produksi di lapangan banyak. Ada di Enrekang, Bima, ada semua," tutupnya.

Sebagai informasi, harga cabai rawit merah dan cabai keriting melonjak cukup tinggidi Pasar Tradisional Kramat Jati, Jakarta Timur. Cabai rawit di level eceran semula dijual dengan harga Rp 60.000/kg, sekarang naik menjadi Rp 80.000-90.000/kg dan cabai keriting merah dijual dengan harga Rp 70.000/kg yang semula 35.000/kg. (hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads