Curhat Petani Cabai: Produksi Turun karena yang Tanam Sedikit

Curhat Petani Cabai: Produksi Turun karena yang Tanam Sedikit

Muhammad Idris - detikFinance
Senin, 14 Mar 2016 18:24 WIB
Curhat Petani Cabai: Produksi Turun karena yang Tanam Sedikit
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Harga cabai, baik cabai rawit dan cabai merah keriting, di Jakarta meroket sejak sepekan lalu. Di tingkat pedagang eceran, cabai rawit kini harganya dibanderol sampai Rp 80.000-90.000/kg, sedangkan cabai merah keriting mencapai Rp 70.000/kg.

Abdul Hamid, salah seorang petani cabai di Jonggol, Kabupaten Bogor mengungkapkan,Β  menipisnya pasokan cabai yang berdampak pada lonjakan harga cabai terjadi karena saat ini banyak petani yang kapok menanam cabai.

"Karena bulan lalu harganya cabai rawit sampai Rp 6.000-7.000/kg, orang di sini takut rugi kalau tanam lagi. Jadi sekarang barang sudah sedikit karena panen sedikit. Ibaratnya jumlah petani ada 100, pas normal petani yang panen 100 orang, sekarang yang panen katakan hanya 20 orang saja," ujarnya pada detikFinance, Senin (14/3/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Hamid, biaya produksi sekilo cabai jenis rawit sebesar 13.000-17.000/kg, saat harga jatuh di harga Rp 6.000/kg membuat banyak petani tekor sehingga akhirnya berhenti tanam.

"Kalau cabai-cabai panen sekarang itu rata-rata dari petani yang tanam di lahan yang sedikit, modalnya juga nggak gede. Kalau yang biasa tanam di lahan luas pada nggak berani dulu, takut masih jatuh harganya. Sekarang malah naik lagi. Saya kemarin baru jual rawit Rp 48.000/kg karena kualitasnya bagus," jelasnya.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian menyebut kenaikan harga cabai bukan terjadi karena produksi yang menurun, melainkan karena ada malasah pada tata niaga.

Sekretaris Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan), Yazid Taufik menegaskan, produksi cabai maupun bawang merah di petani sangat mencukupi. Permainan harga di tingkat pedagang, menurutnya, jadi penyebab harga dua komoditas pangan itu melonjak tajam.

"Perlu dicatat yang terjadi itu gejolak harga, tapi existing produksi dan panen mendatang bawang dan cabai normal. Perbedaan lebar di petani dan pedagang ritel penyebabnya karena ada yang mainkan," katanya kemarin. (hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads