Pagi Ini, Kementan Jual Cabai Hingga Beras 'Harga Miring' di 3 Lokasi

Pagi Ini, Kementan Jual Cabai Hingga Beras 'Harga Miring' di 3 Lokasi

Michael Agustinus - detikFinance
Selasa, 15 Mar 2016 10:20 WIB
Pagi Ini, Kementan Jual Cabai Hingga Beras Harga Miring di 3 Lokasi
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Harga cabai dan bawang merah mengalami lonjakan dalam sepekan terakhir. Harga beras juga kembali merangkak naik. Padahal, berdasarkan data Kementerian Pertanian (Kementan), produksi masih mencukupi.

Menyikapi hal tersebut, Kementan pagi ini menggelar pasar murah yang menjual cabai, bawang merah, dan beras di 3 lokasi di DKI Jakarta, yaitu di Pasar Minggu (depan Mall Ramayana), Pasar Pondok Labu (depan pasar), dan Gedung Central Promosi dan Pemasaran Produk Pertanian Jakarta Selatan (depan SMA 28 Jakarta).

Di pasar murah ini, masyarakat bisa mendapatkan cabai dengan harga Rp 30.000/kg, bawang merah seharga Rp 25.000/kg, dan beras Rp 7.500/kg. Total sebanyak 1 ton-1,5 ton cabai, bawang merah, dan beras digelontorkan Kementan dalam kegiatan ini. Pasar murah diadakan sejak pukul 09.00 WIB pagi ini hingga seluruh komoditas terjual habis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan, Gardjita Budi, mengatakan bahwa pasar murah ini diadakan dengan tujuan menunjukkan kepada masyarakat bahwa suplai pangan cukup dan bisa dijual dengan harga murah.

"Ini untuk menunjukkan bahwa suplai banyak, harga bisa turun. Pasar murah ini juga untuk stabilisasi harga, ini kita coba," kata Gardjita kepada detikFinance di Jakarta, Selasa (15/3/2016).

Dia menuturkan, pihaknya membeli bawang merah, cabai, dan beras langsung dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Sukabumi, Garut, dan Banten. Cabai dibeli dengan harga Rp 28.000/kg dari Gapoktan, bawang merah Rp 20.000/kg, dan beras Rp 7.100/kg-Rp 7.300/kg.

Ditambah biaya pengangkutan ke Jakarta, ketiga komoditas tersebut masih bisa dijual murah.

"Di pasar murah ini kita tidak ambil untung. Tapi kalaupun ambil untung, masih bisa dijual murah. Beras misalnya, dijual Rp 7.600/kg juga sudah untung," paparnya.

Gardjita berharap para pedagang perantara maupun pedagang eceran mengambil keuntungan secara wajar. Lanjutnya, tanpa harus menekan harga di tingkat petani dan melambungkan harga di tingkat konsumen pun keuntungan yang layak bisa diperoleh.

"Jadi perlu perbaikan supply chain (rantai pasok), jangan harga di petani diinjak rendah, tapi masyarakat juga dirugikan karena harga mahal di masyarakat," pungkasnya. (feb/feb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads