Ini Penampakan Pasar Murah Kementan

Ini Penampakan Pasar Murah Kementan

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Selasa, 15 Mar 2016 10:37 WIB
Ini Penampakan Pasar Murah Kementan
Foto: Operasi Pasar Murah yang Digelar Kementan (Ardan Adhi Chandra-detikFinance)
Jakarta - Badan Ketahanan Pangan melalui Toko Tani Indonesia menggelar pasar murah di tiga lokasi di Jakarta, yaitu Pasar Minggu, Pasar Pondok Labu, dan Gedung Sentral Promosi dan Pemasaran Produk Pertanian, Jakarta Selatan (15/03/2016).

Pasar murah ini merupakan langkah awal untuk mengendalikan harga pangan di tingkat konsumen sekaligus menyampaikan bahwa harga komoditas pangan bisa murah tanpa harus merugikan petani. Petani memperoleh keuntungan, pedagang memperoleh marjin keuntungan yang wajar, dan aksesbilitas masyarakat dalam pemenuhan bahan pangan dapat memperoleh harga yang terjangkau.

Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber, di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), harha beras termurah pada minggu kedua Maret 2016 terjadi kenaikan harga Rp 8.600/kg atau naik 3,6% dibanding pekan lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di Pasar Induk Kramat Jati, harga cabai merah keriting pada periode yang sama mencapai Rp 37.000/kg. Di beberapa daerah bahkan ada yang mencapai Rp 60.000/kg.

Sejalan dengan cabai, harga bawang merah merangkak naik bahkan sampai Rp 45.000/kg dari sebelumnya Rp 30.000/kg.

Faktor disparitas harga antara petani dan konsumen bukan hanya dipenuhi karena aspek produksi di tingkat petani, tetapi disebabkan karena kondisi tata niaga beras, bawang merah, dan cabai merah.

Upaya ini tidak bisa diubah hanya dalam waktu setahun, tetapi Kementerian Pertanian terus berupaya untuk meningkatkan produksi dan memperpendek rantai pasok pangan ke konsumen.

Salah satu strategi yang sedang dikembangkan adalah melalui kegiatan Toko Tani Indonesia (TTI). Kegiatan ini memang dirancang sebagai solusi permanen dalam mengantisipasi gejolak harga pangan. Dengan memperpendek rantai pasok pangan hingga 3-4 pelaku rantai pasok pangan, masyarakat dapat menjangkau harga pangan dengan harga murah.

Di sisi lain, petani tetap memperoleh keuntungan yang wajar, begitu pula dengan pelaku pedagang antara produsen dan konsumen dapat menikmati marjin keuntungan yang kompetitif, serta konsumen pun bisa memperoleh komoditas pangan dengan harga yang lebih terjangkau dan wajar.

Harga pangan yang murah tersebut, diperoleh langsung dari petani yang menjual langsung kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) sebagai kelembagaan petani dalam menjalankan fungsi pemasaran hasil produk petani untuk kemudian dipasok langsung ke toko-toko selaku pedagang eceran di pasar-pasar yang sering terjadi gejolak harga pangan.

"Oleh karena itu, melalui pasar murah dan program TTI ini, Kementan berharap harga pangan di pasaran dapat lebih terjangkau oleh masyarakat," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Gardjita Budi. (drk/drk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads