Pasar murah ini merupakan langkah awal untuk mengendalikan harga pangan di tingkat konsumen sekaligus menyampaikan bahwa harga komoditas pangan bisa murah tanpa harus merugikan petani. Petani memperoleh keuntungan, pedagang memperoleh marjin keuntungan yang wajar, dan aksesbilitas masyarakat dalam pemenuhan bahan pangan dapat memperoleh harga yang terjangkau.
Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber, di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), harha beras termurah pada minggu kedua Maret 2016 terjadi kenaikan harga Rp 8.600/kg atau naik 3,6% dibanding pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejalan dengan cabai, harga bawang merah merangkak naik bahkan sampai Rp 45.000/kg dari sebelumnya Rp 30.000/kg.
Faktor disparitas harga antara petani dan konsumen bukan hanya dipenuhi karena aspek produksi di tingkat petani, tetapi disebabkan karena kondisi tata niaga beras, bawang merah, dan cabai merah.
Upaya ini tidak bisa diubah hanya dalam waktu setahun, tetapi Kementerian Pertanian terus berupaya untuk meningkatkan produksi dan memperpendek rantai pasok pangan ke konsumen.
Salah satu strategi yang sedang dikembangkan adalah melalui kegiatan Toko Tani Indonesia (TTI). Kegiatan ini memang dirancang sebagai solusi permanen dalam mengantisipasi gejolak harga pangan. Dengan memperpendek rantai pasok pangan hingga 3-4 pelaku rantai pasok pangan, masyarakat dapat menjangkau harga pangan dengan harga murah.
Di sisi lain, petani tetap memperoleh keuntungan yang wajar, begitu pula dengan pelaku pedagang antara produsen dan konsumen dapat menikmati marjin keuntungan yang kompetitif, serta konsumen pun bisa memperoleh komoditas pangan dengan harga yang lebih terjangkau dan wajar.
Harga pangan yang murah tersebut, diperoleh langsung dari petani yang menjual langsung kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) sebagai kelembagaan petani dalam menjalankan fungsi pemasaran hasil produk petani untuk kemudian dipasok langsung ke toko-toko selaku pedagang eceran di pasar-pasar yang sering terjadi gejolak harga pangan.
"Oleh karena itu, melalui pasar murah dan program TTI ini, Kementan berharap harga pangan di pasaran dapat lebih terjangkau oleh masyarakat," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Gardjita Budi. (drk/drk)











































