Pada saat yang sama, International Monetary Fund (IMF) mengeluarkan proyeksi yang lebih buruk, yakni 4,9%.
Menko Perekonomian Darmin Nasution masih optimis dengan target 5,3%. Meskipun sebenarnya tetap harus ada upaya keras untuk mencapai target tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Darmin mengakui ekonomi dunia masih melanjutkan kondisi perlambatan, seperti yang dirasakan dalam beberapa waktu terakhir. Ini juga yang menjadi penyebab ekonomi Indonesia hanya tumbuh 4,8% pada 2015.
Akan tetapi dilihat dalam dua kuartal terakhir, perekonomian sudah mulai kembali naik. Dengan realisasi pada kuartal IV, yakni 5,04%.
"Tahun lalu juga begitu. Memang tahun lalu kita agak rendah, tapi dari kuartal ke kuartal kita makin baik lho. Kuartal III dan IV. Berarti ya ke depannya bisa juga kita dorong lebih baik," kata Darmin.
Pada sisi lain, Darmin mengungkapkan fokus pemerintah untuk mengendalikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi lebih baik. Khususnya pada sisi penerimaan negara.
"Betul soal penerimaan harus diliat seperti apa, misalnya persoalan tax amnesty-nya dan sebagainya," ujar Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) tersebut.
(mkl/ang)











































