Perusahaan Eropa Sering Kalah Murah dengan China, Ini Saran Rizal Ramli

Perusahaan Eropa Sering Kalah Murah dengan China, Ini Saran Rizal Ramli

Muhammad Idris - detikFinance
Rabu, 16 Mar 2016 13:07 WIB
Perusahaan Eropa Sering Kalah Murah dengan China, Ini Saran Rizal Ramli
Foto: Istimewa
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli menyebut, harga murah yang ditawarkan perusahaan-perusahaan China seringkali membuat investor dari negara lain kalah bersaing di proyek-proyek infrastruktur di Indonesia, termasuk perusahaan-perusahaan Eropa.

Meski investor Eropa menawarkan kualitas yang lebih bagus, namun perusahaan Negeri Tirai Bambu tetap punya beberapa keunggulan lain selain harga murah.

"Nah saran kami yang pertama, kalau perusahaan Belgia maupun Eropa mau saingan, harus punya partner Indonesia, supaya biayanya bisa diturunkan. Sehingga mereka bisa juga kompetitif," terang Rizal, ditemui usai acara Indonesia-Belgia Maritime Summit di Hotel Pullman, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (16/3/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain menggandeng patner dari pengusaha lokal, Rizal menambahkan, perusahaan-perusahaan Eropa harus meniru China yang memiliki pembiayaan yang kuat, bahkan dibantu langsung oleh pemerintah China.

"Yang kedua harus dibantu dengan financing, dengan pembiayaan, kredit atau modal kerja, atau asuransi dari pemerintah Belgia supaya kompetitif," jelas Rizal.

Saran tersebut, kata Rizal, rupanya jadi perhatian delegasi Kerajaan Belgia yang berniat menggelontorkan investasi besar di sektor kelautan dan perikanan.

"Wakil Perdana Menterinya Belgia, Didier Reinders, setelah saya pidato tadi mereka bilang memang sudah mempersiapkan pembiayaan, untuk membantu perusahaan-perusahaan Belgia yang ingin, bekerjasama di Indonesia," ungkapnya.

Rizal menuturkan, secara khusus, saat ini investor asal Belgia lebih condong berinvestasi di Indonesia dalam sektor infrastruktur maritim seperti mesin pelabuhan, infrastruktur pelabuhan, waterway, penahan ombak, logistik, dan manajemen pelabuhan. (wdl/wdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads