Taksi Tak Dapat Insentif Fiskal

Konsumennya Menengah ke Atas

Taksi Tak Dapat Insentif Fiskal

- detikFinance
Senin, 14 Mar 2005 15:23 WIB
Jakarta - Pemerintah tidak memberikan insentif fiskal berupa keringanan bea masuk atas suku cadang taksi karena pengguna taksi sebagian besar adalah masyarakat golongan menengah ke atas."Untuk taksi tidak diberikan keringanan karena pengguna taksi adalah golongan menengah ke atas," kata Menteri Perindustrian Andung Nitimihardja dalam jumpapers mengenai pemberian insentif fiskal angkutan umum di Gedung Departemen Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (14/3/2005). Andung menegaskan, pemerintah dalam setiap keputusannya selalu mengutamakan kepentingan golongan menengah ke bawah. "Sehingga untuk taksi tidak diberikan insentif fiskal," tegas Andung.Pemerintah telah mengumumkan pemberian insentif fiskal berupa keringanan bea masuk atas impor suku cadang tertentu untuk angkutan umum yang terdiri dariclutch assy sebanyak 705 ribu buah, timing belt sebanyak 1.411 ribu buah, bearing roda sebanyak 817 ribu buah, transmission assysebanyak 104 ribu buah, suku cadang engine block sebanyak 104 ribu buah. "Kelima suku cadang ini bea masuknya dihapuskan," kata Andung. Untuk chasis bus diberikan keringanan bea masuk sebesar 5 persen untuk pembuatan bus angkutan umum sebanyak 6000 unit. Sementara impor bus dalam CBUdiberikan keringanan bea masuk sebesar 5 persen untuk keperluan angkutan umum dalam keadaan baru sebanyak 1.150 unit. Menurut Andung, insentif fiskal ini dimaksudkan agar pengusaha angkutan dapat melakukan peremajaan bagi armada angkutan. Ditambahkan Andung, harga jual ban dan pelumas tidak akan mengalami kenaikan meskipun BBM naik berdasarkan pertemuannya dengan sejumlah asosiasi bank danpelumas. Dengan demikian dua komponen biaya dalam operasional angkutan tidak akan mengalami kenaikan. "Saya sudah ketemu asosiasi penghasil bank dan sayasendiri sudah mengunjungi pabrik dan mereka menjamin meski BBM naik, harga ban tidak akan naik," kata Andung. (qom/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads