Harga Minyak Tinggi, RI Minta OPEC Tak Pangkas Produksi

Harga Minyak Tinggi, RI Minta OPEC Tak Pangkas Produksi

- detikFinance
Senin, 14 Mar 2005 17:23 WIB
Jakarta - Indonesia akan mengusulkan kepada OPEC untuk meroll over kuota produksinya sehingga produksi OPEC yang saat ini sekitar 27 juta barel per hari dapat dipertahankan. Indonesia juga akan mengusulkan agar kuota tidak dipangkas mengingat harga minyak dunia masih tinggi. Demikian disampaikan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (14/3/2005)."Usulan kita agar OPEC melakukan rolling over karena tidak mungkin bisa pangkas produksi karena harga minyak masih tinggi," kata Purnomo.Menurut Purnomo, saat ini produksi OPEC secara total mencapai 29,5 juta bph yang terdiri dari kuota produksi 27 juta bph, produksi dari Irak sekitar 2 juta bph dan kelebihan kuota sekitar 0,5 juta bph. "Mestinya mulai April harga bisa turun karena sudah masuk spring quarter karena permintaaanya turun," tukas Purnomo. Purnomo menjelaskan, pada April, Mei dan Juni, kemungkinan permintaan akan turun sebanyak 1,3 juta bph. Ditambahkan, OPEC menghadapi dua dilema dimana OPEC tidak bisa memangkas produksi karena harga masih tinggi. Akan tetapi juga tidak bisa serta merta menambah produksi karena sebenarnya saat ini ada kelebihan suplai sekitar 2 juta bph. Selain mengusulkan roll over, tambah Purnomo, Indonesia juga akan mengusulkan kepada OPEC agar memberi kesampatan kepada negara-negara yang masih kelebihan kapasitas prioduksi untuk diperbolehkan menambah produksinya. Menurut Purnmo, dengan kebijakan itu diharapkan harga minyak dunia bisa turun mendekatai asumsi dalam APBN yang sekitar US$ 35 per barel. namun ia mengakui faktor non fundamental masih sangat dominan dalam mempengaruhi harga minyak dunia. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads