Untuk mencapai wilayah Danau Toba, kendaraan pribadi atau umum bisa memakan waktu relatif lama. detikFinance bersama rombongan PT Angkasa Pura II (AP II) dan jurnalis lainnya, berkesempatan menempuh perjalanan darat ke Danau Toba dari Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara.
Rombongan sebelumnya menempuh perjalanan udara selama 2 jam untuk rute Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang-Bandara Silangit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perjalanan menyusuri beberapa kota dan kabupaten di Sumut yakni Lubuk Pakam-Perbaungan-Sei Rampah-Tebing Tinggi-Pematangsiantar-Parapat (tebi Toba)-Porsea-Balige.
Padahal jarak antara Bandara Kualanamu-Balige hanya 222 kilometer (km).
Lamanya perjalanan karena jalur relatif sempit, sehingga menyulitkan kendaraan untuk menyalip kendaraan di depannya. Apalagi, jalur Kualanamu ke kota-kota di tepi Danau Toba sangat padat oleh lalu lintas kendaraan.
Hal diakui oleh pemandu perjalanan yang menemani rombongan jurnalis dan AP II.
"Jalannya memang sempit, belum lagi kalau mau sampai Tebing Tinggi, itu truk-truk banyak berjejer jadi lama. Sebetulnya bisa cepat tapi macet jadi lama," kata Anwar, Pemandu Perjalanan, kepada detikFinance selama perjalanan Kualanamu-Balige, Sumatera Utara, Senin (21/3/2016).
Dengan kondisi tersebut, Anwar mengaku pembangunan akses jalan Ton Trans Sumatera untuk ruas Medan-Kualanamu Tebing Tinggi sepanjang 61,8 km sudah sangat diperlukan. Waktu perjalanan, lanjut Anwar, memakai jalur darat bisa dipercepat.
"Selama ini lama karena sering terkena macet. Turis-turis asing khususnya Asia, mengeluh," tambahnya.
Selama perjalanan, rombongan sempat berhenti 3 kali untuk buang air kecil. Meski perjalanan memakan waktu, pemandangan menuju Danau Toba bisa menghibur. Bentang persawahan, rumah adat, makam suku Batak hingga perkebunan sawit dan hutan secara bergantian menyambut setiap kendaraan yang lewat.
Pemadangan sebetulnya sangat menawan saat tiba di daerah Parapat. Daerah ini berlokasi tepat di tepi Danau Toba. Berjalan dari atas bukit di daerah Parapat, rombongan bisa mengintip besar dan kecantikan Danau Toba. Sayangnya, pemandangan harus terhalang oleh kabut dan hujan deras.
"Itu tampak kapal penyeberangan, meskipun saat ini ditutup kabut," lanjut Anwar.
Tak terasa, jam menunjukkan pukul 18.30 WIB. Mobil kemudian memasuki Kota Balige. Di sini rombongan menuju salah satu hotel yang tepat berada di bibir Danau Toba.
Pada Selasa pagi ini, rombongan akan melanjutkan perjalanan darat ke Bandara Silangit yang ditempuh sekitar 20 menit.
Di sini, rombongan akan menyambut kehadiran penerbangan perdana Garuda Indonesia dengan rute Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta)-Bandara Silangit.
Pesawat Garuda Indonesia akan take off dari runway Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang menuju Bandara Silangit pada pukul 08.50 WIB. Perjalanan diperkirakan memakan waktu 2 jam. Pesawat CRJ-100 berkapasitas 96 penumpang tersebut direncanakan tiba di tanah Batak pukul 10.50 WIB. Artinya, waktu tempuh akan semakin cepat dengan pesawat udara. (feb/ang)











































