Setelah Garuda, maskapai nasional lain juga berniat terbang langsung Jakarta-Silangit. Maskapai tersebut adalah Sriwijaya Air dan Batik Air.
"Saya sudah offering ke Sriwijaya dan Batik. Batik sudah survey ke sini, mereka tertarik," kata Direktur Utama PT Angkasa Pura II (AP II) (Persero), Budi Karya di Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Selasa (22/3/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk sisi udara, AP II akan memperpanjang ukuran runway yakni dari 2.400 meter menjadi 2.650 meter. Lebar runway juga diperlebar dari 30 meter jadi 45 meter.
Agar bisa didarati pesawat sekelas jet Boeing 737-800, pihaknya juga akan meningkatkan level kekerasan runway (PCN). Proses ini akan dimulai pada Mei 2016.
"PCN mau kita naikkan dari 32 jadi 42. Harapannya Boeing 737-800 bisa masuk. Sekarang Boeing (737-500) bisa masuk tapi nggak bisa full load. Dia baru bisa 50%," ujar Hotasi.
Selain itu, apron atau parkir pesawat bakal diperlebar sehingga bisa menampung 4 pesawat sekaligus. Saat ini, apron baru bisa menampung 3 pesawat tipe ATR 72.
Proses ini ditargetkan rampung pada September 2016. Selain itu, AP II juga meningkatkan kapasitas terminal penumpang dari 500 m2 menjadi 1.706 m2.
Harapannya, daya tambung bisa meningkat sampai 120.000 orang per tahun.
"Daya tampung 120.000-150.000 penumpang per tahun seluas 1706m2. Proses sekarang terminalnya pada 1 April bisa pekerjaan fisik," sebutnya. (feb/ang)











































