Wapres JK Temui Bos 3 Perusahaan China Bahas Investasi di RI

Laporan dari Hainan

Wapres JK Temui Bos 3 Perusahaan China Bahas Investasi di RI

Ferdinan - detikFinance
Rabu, 23 Mar 2016 10:43 WIB
Wapres JK Temui Bos 3 Perusahaan China Bahas Investasi di RI
Foto: Pertemuan JK di MGM Grand Sanya Hotel Hainan, China (Ferdinan-detikFinance)
Hainan - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla melakukan pertemuan dengan sejumlah pimpinan perusahaan China. Pertemuan akan membahas perluasan investasi dan penanganan kendala dalam berinvestasi di RI.

Pada pertemuan pertama, JK menemui pimpinan perusahaan Virtue Dragon. Pertemuan dilakukan pukul 09.50 waktu setempat di
MGM Grand Sanya Hotel, Hainan, China, Rabu (23/3/2016).

Selanjutnya, JK akan bertemu dengan pimpinan China Fortune Land Development (CFLD) dan Shanghai Electric. Dalam pertemuan ini, JK didampingi Kepala Badan koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani, Wakil Menlu A.M. Fachr dan Dubes RI untuk China Soegeng Rahardjo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Franky sebelum pertemuan mengatakan, JK memang terus memonitor perkembangan investasi China di Indonesia. Apalagi, dua perusahaan Virtue Dragon dan Shanghai Electric sudah berinvestasi di RI.

"Dalam hal ini Wapres kemarin sebelum berangkat sudah menanyakan progres dari kendala-kendala mereka atau secara umum ada beberapa kendala yang memang jadi concern kita, itu kita update," ujar Franky.

Ada dua kendala utama yang dihadapi investor China di RI yakni bahasa dan perusahaan mitra di RI. Kendala bahasa yang dimaksud Franky adalah terjadinya miskomunikasi saat investor China akan berinvestasi, misalnya dengan membangun pabrik.

"Ada satu investor China bangun pabrik, dia mengajukan izin kemudian belum ada respons Pemda-nya. Mereka terus membangun sampai hampir selesai. Sementara izinnya belum dikasih. Hal ini sebenarnya terkendala komunikasi saja, tapi bagaimana kita menyelesaikan itu meski bangunannya sudah selesai. Ini yang perlu kita turun tangan mendudukkan sama-sama. Kemudian ada yang salah beli lahan, lahannya bukan untuk industri," papar Franky.

Sementara, kendala terkait perusahaan mitra terjadi karena investor China mendapat mitra yang tidak paham betul cara bisnis di RI. Untuk mengatasi dua kendala itu, BKPM dalam pertemuan dengan para calon investor sebelumnya menyarankan agar para investor langsung berhubungan dengan Kedubes China di Jakarta atau datang langsung ke kantor BKPM.

"Yang kedua BKPM siapkan China desk, kita siapkan 2-3 orang yang mampu berbahasa Mandarin. Intinya adalah dengan dua pendekatan itu kita mencoba kita melakukan perbaikan awal," imbuh dia.

Virtue Dragon adalah perusahaan produksi nikel. Menurut Franky, perusahaan ini sudah berinvestasi sebesar US$ 1 milliar. Sedangkan Shanghai Electric merupakan perusahaan manufaktor generator pembangkit listrik, serta peralatan pembangkit listrik electromotor yang nilai investasinya mencapai US$ 2 miliar. Sedangkan CFLD merupakan perusahaan pengembang kawasan industri, perumahan dan perkantoran.

"CLFD akan berinvestasi sekitar US$ 1,5 miliar di bidang kawasan industri terpadu yang saat ini sudah melakukan partnership dan rencana akan ada partnership lagi, joint venture ini dengan perusahaan nasional kemudian mengembangkan untuk tahap pertama ini di sekitar Banten dan Jabar," terang Franky.

China memang menjadi investor terbesar di Indonesia di sektor infrastruktur. Diharapkan, komitmen investasi China terus meningkat.

"Tahun ini targetnya adalah US$ 30 miliar," sebut dia. (fdn/drk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads