Hindari Krisis Energi, Indonesia Beralih ke Gas
Selasa, 15 Mar 2005 03:14 WIB
Jakarta -
Indonesia harus beralih ke gas sebagai alternatif sumber energi untuk menghindari terjadinya krisis energi. Gagasan tersebut dilontarkan Advisor PT Medco Energy International, Arifin Panigoro."Indonesia harus segera beralih ke gas sebagai alternatif sumber energi. Selain dapat menghemat anggaran yang selama ini digunakan untuk subsidi BBM, langkah ini bisa mengembangkan potensi gas dan menghindari terjadinya krisis energi di Indonesia," kata Arifin dalam acara dialog terbuka di Hotel Darmawangsa, Jakarta Selatan, Senin (14/3/2005).Dalam dialog itu, Arifin menjelaskan bahwa Indonesia memang memiliki potensi gas yang luar biasa besar. Hingga kini Indonesia tercatat sebagai urutan ke-11 negara produsen gas di dunia dengan cadangan mencapai 150 triliun kaki kubik. Arifin memperkirakan biaya konsumsi BBM secara nasional mencapai Rp 180 triliun per tahun. Jumlah itu termasuk anggaran untuk subsidi sebesar Rp 70 triliun per tahun. "Bila kita bisa melakukan konversi dari minyak ke gas, maka dari 3 sektor saja yaitu transportasi, industri dan tenaga listrik akan diperoleh penghematan sebesar Rp 29 triliun per tahun," jelasnya.Cadangan gas Indonesia, lanjutnya, diperkirakan akan habis dalam waktu 50 tahun ke depan, jika tidak ada penemuan cadangan baru. Sementara cadangan minyak diperkirakan habis dalam waktu 20 tahun nanti. "Kalau mau antisipasi, ya mesti dari sekarang jangan tunggu nanti. Langkah antisipasi yang mesti dilakukan antara lain pemerintah harus tunjukkan komitmennya dalam konversi minyak ke gas. Dukungan pemerintah ini mencakup perangkat investasi dan peraturannya," urainya.
(ast/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































