"Ada satu investor dari Brasil. Dia bahkan sudah mau meresmikan investasinya di Sumba Timur. Bentuknya pembibitan," ujar Sykur saat ditemui detikFinance di ruang kerjanya, Kementan, Jakarta, Kamis (24/3/2016).
Pada tahap awal, investor ini akan mengembangkan peternakan dengan model penggembalaan terbuka di atas lahan seluas 1.100 hektar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, ia masih enggan membeberkan identitas investor yang akan menggarap investasi peternakan sapi tersebut.
"Nanti saja kita beritahukan kalau sudah benar-benar diresmikan," kilah dia.
Meski demikian, ia mengatakan, investasi peternakan sapi ini akan memberi dampak baik bagi peternakan sapi di sekitar kawasan tersebut.
"Katanya kan selama ini peternakan sapi Indonesia sulit berkembang karena masuk dikelola dengan model peternakan rakyat. Nah dengan adanya peternakan model ini, nanti juga orang akan melihat dan bisa meniru. Mereka akan mau meniru kalau sudah melihat hasilnya," kata dia.
Cara ini diharapkan dapat mendorong peningkatan produksi daging sapi di dalam negeri sehingga bisa mengurangi ketergantungan terhadap impor. (dna/feb)










































