Ada Pusat Logistik Berikat, BUMN Ini Tak Lagi Simpan Bom di Singapura

Ada Pusat Logistik Berikat, BUMN Ini Tak Lagi Simpan Bom di Singapura

Muhammad Idris - detikFinance
Jumat, 25 Mar 2016 14:00 WIB
Ada Pusat Logistik Berikat, BUMN Ini Tak Lagi Simpan Bom di Singapura
Foto: Bahan peledak buatan Dahana (Grandyos Zafna/Detik)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu telah meresmikan 11 Pusat Logistik Berikat (PLB). Salah satunya PLB milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bahan peledak, PT Dahana (Persero) yang berada di Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Direktur PT Dahana, Bambang Agung mengungkapkan, dengan adanya fasilitas PLB dari implementasi paket kebijakan ekonomi jilid II tersebut, membuat perusahaannya dan perusahaan lain menggunakan jasa gudang milik perseroan. Sebelum ada kebijakan ini, Dahana biasanya menyimpan bahan dinamit dan bahan baku peledak lainnya pada PLB yang ada di Singapura.

"Sebelum ada PLB kita hanya punya gudang berikat. Gudang berikatnya kita sewa di Batam untuk bahan peledak kita sendiri dan konsumen kita, tapi karena lokasinya sempit, sebagian besar bahan peledak disimpan di Singapura. Ketika akan dipakai baru dikeluarkan dari gudang sana, jadi tidak efisien," jelasnya pada detikFinance, Jumat (25/3/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agung menuturkan, sebelum ada PLB diresmikan, Dahana harus mengimpor bahan baku peledak dalam jumlah besar dan menyimpannya di gudang negara tetangga. Saat akan menggunakan persediaan bahan peledak, bahan peledak akan dikeluarkan dan dibawa ke Indonesia sesuai kebutuhan. Hal tersebut membuat biaya logistik membengkak.

"Kalau dengan PLB di dalam negeri, orang impor bahan baku atau bahan peledak dalam jumlah besar dan simpan di PLB dalam negeri, baru kemudian dipakai sesuai kebutuhan. Sementara sebelum PLB, orang simpan bahan peledak di Singapura, dikirim ke Kalimantan dan daerah lain sedikit-sedikit. Ongkos pengiriman mahal," katanya.

Dari sisi perpajakan, lanjut Agung, penggunaan PLB jauh lebih efisien. Uang pajak tak lari ke Singapura dengan memaksimalkan PLB. Selain itu, perusahaannya bisa menghemat 14% dari total biaya logistik pasca penerapan PLB di Indonesia.

"Dengan PLB pajak ditangguhkan. Barang disimpan dulu di PLB, ketika akan dipakai baru dikenakan pajak. Kalau di barangnya Singapura, asal itu barang masuk ke Indonesia sudah kena pajak duluan, walaupun barangnya belum dipakai," ujarnya.

Dahana sendiri saat ini sudah menyiapkan 4 gudang untuk penyimpanan bahan peledak berukuran 950 m2. Rinciannya, 3 gudang akan dipakai untuk penyimpanan bahan peledak perusahaan lain, dan 1 gudang untuk menyimpan bahan baku peledak yang diproduksi sendiri. (feb/feb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads