Pemerintah Bertekad Tidak Batalkan Kenaikan Harga BBM

Pemerintah Bertekad Tidak Batalkan Kenaikan Harga BBM

- detikFinance
Selasa, 15 Mar 2005 12:00 WIB
Jakarta - Pemerintah tetap bertekad tidak akan membatalkan kenaikkan harga BBM yang sudah diberlakukan sejam 1 Maret lalu. Pemeritnah berharap sidang paripurna DPR hari ini tidak akan mengambil keputusan untuk menolak kenaikan harga BBM. "Mudah-mudahan dalam rapat paripurna tidak akan ada penolakan dan juga tidak ada suatu keputusan lain," kata Menko Perekonomin Aburizal Bakrie usai menjadi pembicara dalam seminar corporate social responsibility di Hotel Mandarin, Jakarta, Selasa (15/3/2005).Aburizal menegaskan lagi, sesuai pernyataan dari Presiden SBY usai konsultasi dengan pimpinan DPR semalam, pemerintah tidak ada satu pikiranpun untuk menurunkan atau membatalkan kenaikan harga BBM. "Tapi tentu kita mendengarkan keluhan-keluhan dan kita mendengarkan apa yang disampaikan rekan-rekan di parlemen," kata Aburizal yang akrab disapa Ical ini.Oleh karenanya, lanjut Ical, pemerintah akan berupaya untuk mengurangi beban yang ditanggung rakyat akibat kenaikan harga BBM itu. Ia mencontohkan, rakyat terutama golongan paling rendah dari kelas menengah yakni orang-orang yang keuangannya pas-pasan tapi tidak terlalu miskin yang paling banyak terkena dampak. "Makanya, kita berikan kompensasi dalam bentuk pendidikan, beras murah dan kesehatan," ujarnya. Selain itu pemerintah juga akan mencoba untuk mengurani berbagai pungutan yang membuat ekonomi Indonesia menjadi ekonmi biaya tinggi agar harga-harga tidak menjadi mahal. Mengeni kemungkinan bertambahnya angka kemiskinan akibat naiknya harga BBM, Ical menyebutkan bahwa dirinya mendengarkan semua masukan termasuk dari DPR. Akan tetapi pemerintah memiliki data tersendiri yang menyebutkan jika kompensasi tepat sasaran, maka angka kemiskinan akan berkurang. "Dan ternyata laporan itu sampai sekarang tidak pernah terbantahkan," tukas Ical.Disinggung soal kemungkinan dilakukannya uji materiil atas isi peraturan presuden tentang kenaikan harga BBm sebagaimana diajukan oleh PAN, Ical mempersilakan langkah itu karena menilainya sabagai bagian dari demokrasi. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads