Jokowi: Kita Bangun Kereta Cepat 150 Km Saja Ribut

Jokowi: Kita Bangun Kereta Cepat 150 Km Saja Ribut

Maikel Jefriando - detikFinance
Rabu, 30 Mar 2016 10:57 WIB
Jokowi: Kita Bangun Kereta Cepat 150 Km Saja Ribut
Foto: Maikel Jefriando
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai, Indonesia sudah sangat tertinggal dalam pengembangan infrastruktur kereta cepat, padahal hal itu sangat diperlukan. Sebagai gambaran, China setiap tahun mampu membangun 2.000 kilometer (km) jaringan kereta cepat. Alhasil, Negeri Tirai Bambu ini telah memiliki 16.000 km jaringan High Speed Train.

Anehnya, Indonesia baru akan memulai untuk membangun sekitar 150 km jaringan kereta cepat Jakarta-Bandung, namun sudah banyak penolakan.

"Setiap tahun China bangun 2.000 km, kita mau bangun 150 km ramainya sudah kayak gini. Belum bangun sudah ramai dulu," Kata Jokowi dalam pertemuan tahunan ISEI, di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (30/3/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jokowi mengaku, pengembangan jaringan kereta cepat sudah sangat diperlukan. Alasannya, terjadi pemborosan atau uang hilang sia-sia mencapai Rp 35 triliun di area Jabodetabek dan area rute Jakarta-Bandung karena kemacetan.

Pemerintah sudah membuat solusi dengan membangun jaringan kereta massal dalam kota (LRT dan MRT) namun perlu ada jaringan penyambung antara Jabodetabek dan Bandung Raya. Solusinya adalah jaringan kereta cepat.

"Secara makro perhitungan dibangun MRT dan LRT di Jabodetabek kemudian Bandung Raya dibuat LRT. Tapi sambungannya apa? Ya kereta cepat. Itu hitung-hitungan negara," sebutnya. (feb/drk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads