Anehnya, Indonesia baru akan memulai untuk membangun sekitar 150 km jaringan kereta cepat Jakarta-Bandung, namun sudah banyak penolakan.
"Setiap tahun China bangun 2.000 km, kita mau bangun 150 km ramainya sudah kayak gini. Belum bangun sudah ramai dulu," Kata Jokowi dalam pertemuan tahunan ISEI, di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (30/3/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah sudah membuat solusi dengan membangun jaringan kereta massal dalam kota (LRT dan MRT) namun perlu ada jaringan penyambung antara Jabodetabek dan Bandung Raya. Solusinya adalah jaringan kereta cepat.
"Secara makro perhitungan dibangun MRT dan LRT di Jabodetabek kemudian Bandung Raya dibuat LRT. Tapi sambungannya apa? Ya kereta cepat. Itu hitung-hitungan negara," sebutnya. (feb/drk)










































