Jika permintaan itu terealisasi, INKA akan mendapat banyak keuntungan karena Mesir merupakan pintu gerbang menuju ke negara Afrika, Eropa, dan Asia seperti Sudan, India, Pakistan, dan Mesir sendiri.
Direktur Utama INKA, R Agus H Purnomo mengatakan pihaknya sendiri siap masuk ke pasar Mesir namun harus memperoleh dukungan permodalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu, Agus berharap agar pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan melalui Eximbank bisa memberikan National Interest Account (NIA) atau buyer credit. NIA merupakan permodalan kepada pelaku usaha yang berorientasi impor. Sementara buyer credit adalah membiayai negara yang hendak membeli dari Indonesia.
"Pangsa pasarnya besar di sana," sebutnya.
Pengalaman INKA di industri kereta dunia sudah teruji. Selain Bangladesh, INKA telah mengekspor produknya ke Filipina, Thailand, Australia, Singapura, Malaysia. Produk yang dijual antara lain Flat Car, Power Generating Car, Ballast Hopper Wagon, Body Refer Flat Wagon, Pass Coaches, Well Wagon, dan Carriage Chair Car adalah produk yang mereka pesan.
"Negara-negara itu memesan sesuai kebutuhan," ujar Senior Manager Sekretariat Protokoler Humas dan PKBL, INKA Cholik MZ (iwd/feb)











































