Dalam rapat yang digelar di Kantor Kementerian PUPR tersebut hadir seluruh Perusahaan Pengelola Jalan Tol atau Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).
"Terkait pengoperasian integrasi pembayaran jalan tol. Kita lihat bebebrapa kali terjadi kemacetan nggak karuan. Salah satunya mungkin karena ada barier pembayaran yang dioperasikan masing-masing pengelola jalan tol sendiri. Jadi itu mau kita satukan," kata Basuki usai menggelar rapat tersebut, Kamis (31/3/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cluster pertama adalah ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang dikelola Jasa Marga dengan Jalan Tol Cikopo-Palimanan yang dikelola Lintas Marga Sedaya.
"Jadi nanti nggak ada lagi transaksi di gerbang barier Cikopo. Dengan berintegrasi itu maka ruas jalan Jakarta-Cikampek dengan Cikopo-Palimanan bergabung. Jadi nanti bisa orang yang masuk di pintu tol Cikarang hanya akan membayar di mana pun tujuannya. Jadi kalau tujuannya ke Palimanan dia nggak perlu bayar di cikopo cukup bayar langsung di Palimanan," kata dia.
Cluster pertama ini juga akan mencakup ruas Jalan Tol Jakarta-Bandung. "Jadi kalau masuk Cikarang ke Bandung sekali bayar. Begitu juga sebaliknya, Bandung-Jakarta cuma sekali bayar. Juga dengan yang tadi, kalau dari Palimanan ke Bandung juga sekali bayar," sambung dia.
Cluster berikutnya adalah gabungan Jalan Tol Palimanan-Kanci, Kanci-Pejagan, Pejagan-Pemalang yang saat ini sudah tersambung hingga Brebes Timur.
Basuki mengatakan, saat ini tengah dilakukan penyelarasan sistem pembayaran agar penggabungan sistem pembayaran ini bisa dilakukan dengan baik. Pihak perbankan pun, kata Basuki sudah dikomunikasikan sehingga bisa mendukung rencana penggabungan pembayaran ini.
"Kalau semua lancar, 13 Juni sudah bisa kita mulai. Kita uji cobakan. Dan nanti bisa kita terapkan juga di ruas-ruas yang lain seperti Trans Sumatera. Yang pertama 2 pilot project ini dulu," pungkasnya. (dna/hns)











































