Harga Bawang dan Cabai Merah Melonjak Tinggi di Maret

Harga Bawang dan Cabai Merah Melonjak Tinggi di Maret

Maikel Jefriando - detikFinance
Jumat, 01 Apr 2016 10:28 WIB
Harga Bawang dan Cabai Merah Melonjak Tinggi di Maret
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Lonjakan harga-harga pangan menyumbang inflasi bulan Maret. Lonjakan tertinggi terjadi di harga bawang merah.

Berikut ini data penyumbang inflasi dan deflasi Maret seperti disampaikan Kepala BPS, Suryamin, saat jumpa pers di kantornya, Jakarta, Jumat (1/4/2016).

Inflasi
1. Bawang merah
Kenaikan harga 31,99%. Andil terhadap inflasi 0,16%. Penyebabnya karena memang kalau dengan hujan yang banyak itu gagal panen. Terjadi inflasi 74 kota IHK dengan tertinggi di Tegal dan Kudus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

2. Cabai merah
Kenaikan harga 20,37%. Andil terhadap inflasi 0,13%. Karena kurang pasokan dari sentra produksi. 75 kota IHK. Tertinggi di Tanjung Pandan, Manokwari.

3. Cabai rawit
Kenaikan harga 31,52%. Andil terhadap inflasi 0,05%. Karena pasokan berkurang karena gagal panen. Terjadi 37 kota IHK. Tertinggi di Kediri.

4. Emas perhiasan
Kenaikan harga 2,46%. Andil terhadap inflasi 0,03%. Karena mengikuti pergerakan harga internasional. Tertinggi kenaikan terjadi di Bau-bau dan Manado.

5. Bawang putih
Kenaikan harga 8,46%. Andil terhadap inflasi 0,02%. Pasokan tidak banyak dari sentra produksi dan sebagian besar sih impor. Terjadi 80 kota IHK. Tertinggi Pangkal Pinang dan Mulu Kumba.

Deflasi
1. Daging ayam ras
Penurunan harga 9,18%. Andil terhadap deflasi 0,12%. Pasokan banyak karena penataan yang bagus. Terjadi di 72 kota IHK. Pare-pare dan Banyuwangi.

2. Telur ayam ras
Penurunan harga 9,08%. Andil terhadap deflasi 0,07%. Ini juga karena pasokan banyak. Turun di 72 kota IHK. Tertinggi Kediri dan Banyuwangi.

3. Tarif Listrik
Penurunan harga 1,16%. Andil terhadap deflasi 0,06%. Terjadi penurunan di 80 kota IHK.

4. Beras
Penurunan harga 0,56% dan andil terhadap deflasi 0,03%. Karena pasokan banyak karena sudah mulai panen raya. Tertinggi di Sumenep.

5. Tarif angkutan udara
Penurunan harga 5,15%. Andil terhadap deflasi 0,03%. Karena kebijakan pemerintah. Terjadi di 32 kota IHK. Tertinggi di Singkawang. (ang/feb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads