Pasokan Lahan Terbatas, Hambat Perkembangan Sektor Pertanian

Pasokan Lahan Terbatas, Hambat Perkembangan Sektor Pertanian

Dana Aditiasari - detikFinance
Jumat, 01 Apr 2016 12:15 WIB
Pasokan Lahan Terbatas, Hambat Perkembangan Sektor Pertanian
Foto: Dikhy Sasra
Jakarta - Sebagai negara urutan kelima dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia, nyatanya Indonesia masih belum bisa menjamin ketersediaan pangan yang murah. Terlebih, produksi dalam negeri belum bisa diandalkan untuk memenuhi kebutuhan, sehingga masih diperlukan dukungan impor.

Salah satu masalah paling mendasar adalah minimnya ketersediaan lahan.

"Memang saat ini masalah utama Agribinis adalah lahan. Kalau Agribisnis tidak memiliki lahan bagaimana mereka bisa hidup?" kata Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Ferry Mursyidan Baldan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan Ferry tersebut disampaikan dalam pembukaan acara 10th Agrinex Expo 2016 yang mengangkat tema "Agribisnis yang berkeadilan, berdaulat dan berkelanjutan" di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (1/4/2016).

Acara ini sendiri berisikan serangkaian seminar dan diskusi serta pameran yang diisi ratusan perwakilan usaha di sektor industri pertanian, perkebunan dan perikanan yang akan berlangsung selama 4 hari dari 1-3 April 2016.

Dengan adanya acara ini, diharapakan terkumpul pemikiran-pemikiran baru yang bisa dijadikan rekomendasi bagi pemerintah dalam membuat kebijakan yang dapat meningkatkan produktivitas pangan dalam negeri dan meningkatkan kedaulatan pangan nasional.

Di Kementerian ATR sendiri, lanjut Ferry, pihaknya terus berupaya meningkatkan akses sektor pertanian terhadap lahan. Bukan hanya itu, pihaknya juga tengah berupaya meningkatkan fungsi lahan tersebut untuk dimanfaatkan lebih luas lagi oleh petani.

"Terhadap tanah ini kita berikan sertifikat. Selain untuk memastikan kepemilikan, sertifikat ini bisa diagunkan ke Bank untuk tambahan modal usaha pertanian. Jadi petani punya permodalan yang cukup," kata Ferry.

Selain itu Kementerian ATR juga berupaya memaksimalkan lahan-lahan potensial yang selama ini tidak dimanfaatkan dengan baik untuk kemudian dimanfaatkan meningkatkan produktivitas pertanian.

"Saya ingin membuka akses terhadap kebutuhaan lahan. Karena kan dalam produk itu pengembangan pertanian. Banyak negara bisa punya kesempatan untuk memaksimalkan dan menggunakan tanah negara," pungkas dia. (dna/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads