Ini Langkah Kementan Cegah Aksi Ambil Untung Pedagang Beras

Ini Langkah Kementan Cegah Aksi Ambil Untung Pedagang Beras

Muhammad Idris - detikFinance
Jumat, 01 Apr 2016 14:52 WIB
Ini Langkah Kementan Cegah Aksi Ambil Untung Pedagang Beras
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Memasuki musim panen yang sudah berlangsung sejak Maret lalu, harga gabah di tingkat petani mengalami penurunan. Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), Harga gabah di tingkat petani turun 9,76%. Sementara beras di penggilingan hanya turun 1,84%, di tingkat grosir 0,44%, dan beras eceran turun 0,56%.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Pertanian (Kementan), Suwandi mengungkapkan, penurunan harga tersebut diperkirakan masih akan berlangsung selama panen raya hingga Mei mendatang.

"Mengantisipasi harga semakin jatuh, sekaligus agar harga di petani turun cukup besar namun di konsumen hanya turun sedikit, Kementan kerja sama dengan Bulog serap besar-besaran gabah petani di sentra-sentra padi sejak Maret, April, dan Mei saja," katanya pada detikFinance, Jumat (1/4/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suwandi berujar, pihaknya manargetkan secara khusus Bulog menyerap gabah petani sebesar 4 juta ton dari sentra produksi beras di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.

"Jadi untuk Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, kemudian Sulawesi Selatan saja kita minta Bulog serap 4 juta ton GKP (Gabah Kering Panen). Itu besar sekali, kalau tahun-tahun sebelumnya saya tak hafal," jelasnya.

Upaya penyerapan gabah dalam jumlah besar tersebut dilakukan sekaligus untuk memangkas rantai pasok beras yang dinilai terlalu panjang.

"Gabah GKP di petani sudah murah di harga di bawah Rp 3.700/kg. Tapi di eceran konsumen turunnya sedikit. Sesuai arahan Pak Menteri kan potong rantainya jadi 2-3 saja, kalau sekarang bisa 7-8 perantara. Saya setuju dengan data BPS yang baru dirilis hari ini," pungkasnya. (feb/feb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads