"Kalau ramai nanti (saya) buka jualan. Kalau di kampung sendiri pelabuhan sudah dekat, tidak usah ke Pelabuhan Pantoloan di Palu kan sekarang di Toboli sudah ada. Sekarang sudah ada pelabuhan di sini Insya Allah bisa jalan-jalan," kata Zian (40) yang tinggal tak jauh dari lokasi pelabuhan, Jumat (1/4/2016).
Zian mengaku sudah lama tidak bepergian, terakhir dia bercerita pergi menumpang kapal di tahun 1997 menuju ke Jakarta. Namun sekarang untuk pergi ke Marisa saja dia enggan alasannya biaya mahal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Suratna. Dia juga berharap dengan dibukanya pelabuhan akses jalan tak lagi jadi kendala. Ketiganya juga menilai tarif penumpang sebesar Rp 54 ribu untuk dewasa dan Rp 36 ribu untuk anak lebih terjangkau ketimbang harus naik bus.
"Kalau biaya itu pas, sudah murah.Β Kita sudah nyaman di dalam. Harapannya supaya pengunjung banyak, penumpang banyak, dengan kendaraan laut itu lancar. Bisa jadi saya jualan kalau memang lancar. Lumayan buat tambah-tambah," pungkas Suratna yang juga guru TK Alkhairat di Toboli ini. (hns/hns)











































