Mengenakan kaus berkerah warna orange, Basuki datang ditemani Pangdam Pattimura Doni Monardo, dan Wakil Gubernur Maluku Zeth Zahuburua. Rumah susun TNI AD tersebut berlantai 3 dengan jumlah unit sebanyak 35 unit.
Saat blusukan,Basuki mengecek unit-unit rusun yang telah dihuni sejak Januari 2016 tersebut dan menyapa penghuninya. Di lantai 3,Basuki bahkan memanjat sendirian mengecek tempat penampungan air rusun yang berada di tangga bangunan.
![]() |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berapa lama tinggal di sini?Berapabayarnya?,"tanyaBasukikepadaIda.
![]() |
"Di sini terima beres saja karena sudah ada perabotnya lengkap. Gratis juga hanya bayar iuran kebersihan Rp 100.000 sebulan. Kalau dulu ngontrak setahun Rp 6 juta," kata Ida dengan senyum sumringah.
Rusun yang dibangun kontraktor BUMN, PT Waskita Karya ini menghabiskan anggaran Rp 15 miliar dan dibangun selama 4 bulan, dari September hingga Desember 2015. Rusun bercat dominan hijau muda tersebut dibangun di atas lahan seluas 3.000 meter persegi di KomplekKodamPattimura.
![]() |
Basuki mengungkapkan, tahun ini kementeriannya menganggarkan Rp 1 triliun untuk membangun rusun untuk TNI dan Polri. Anggaran tersebut meliputi Rp 700 miliar untuk rusun TNI, dan Rp 300 miliar untuk penyediaan rusun untuk anggota Polri.
![]() |
"Tahun ini ada Rp 1 triliun buat rusun Polri dan TNI. Kita masih cari-cari lokasi sesuai prioritas, di (Kodam) Pattimura ini kita cek cocok buat bangun lagi buat 1.000 keluarga, kebetulan ada lahan 6 hektar. Bangun rusun tentara ini sekaligus perbaiki tata ruang di Kota Ambon ini," pungkasnya. (drk/drk)














































