Jembatan Selat Sunda Ditunda, Menteri PUPR: Sekarang Belum Terlalu Butuh

Muhammad Idris - detikFinance
Selasa, 05 Apr 2016 08:01 WIB
Foto: Agung Pambudhy
Ambon - Rencana pembangunan Jembatan Selat Sunda ditunda oleh pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Pemerintah akan melakukan penambahan kapal dan memperbesar pelabuhan di Selat Sunda.

"(Jembatan Selat Sunda) bukan dibatalkan, tapi ditunda. Karena sesuai dengan visinya Presiden mau tingkatkan dan optimalkan penyeberangan sebagai negara maritim. Dengan penambahan kapal dan penambahan 10 dermaga baru di Bakauheni dan Merak itu sudah cukup, lebih layak sekarang," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, dalam kunjungan kerja ke Ambon, Selasa (5/3/2016).

Selain itu, lanjutnya, negara butuh anggaran besar untuk pembangunan Jembatan Selat Sunda, sementara pembangunan infrastruktur masih harus menyasar daerah-daerah yang selama ini masih tertinggal, khususnya di Indonesia Timur.

"Sekarang kan belum terlalu butuh, mungkin saatnya nanti. Daerah lain kan juga perlu. Kita lihat sebagai best practice di negara-negara maju tidak hanya soal cost, teknologi memang tinggal beli, sementara risiko juga tinggi karena ada Krakatau," ujar Basuki. (wdl/wdl)