Demikian disampaikan oleh Menko Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli, saat menyaksikan proses peledakan dan penenggelaman 23 kapal pencuri ikan atau illegal fishing secara langsung di kantor Kementerian Perikanan dan Kelautan, Jakarta, Selasa (5/4/2016).
"Setelah Susi jadi menteri, nggak peduli bekingnya siapa, dampaknya ada 2 yang penting. Pertama, nelayan tradisional lebih banyak dibanding 1-1,5 tahun lalu," kata Rizal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu dampak kedua adalah, negara-negara tetangga yang selama ini memiliki industri perikanan dengan bahan baku ikan curian dari Indonesia, sekarang bangkrut dan tutup. Kondisi ini bisa menjadi momentum bagi Indonesia, untuk membangun industri perikanan dalam negeri.
"Karena selama ini (kapal asing) tangkap curi bawa ke luar, rakyat tidak dapat manfaat besar, rakyat dapat kalau diproses. Oleh karena itu pemerintah membuka kesempatan dan memberi insentif untuk investor yang mau bangun industri perikanan Indonesia," kata Rizal.
Kali ini, Rizal untuk pertama kalinya menyaksikan peledakan kapal illegal fishing. Hingga saat ini sejak Susi menjadi menteri, ada 174 kapal yang sudah ditenggelamkan.
"Langkah ini memang kontroversi, tapi manfaatnya sangat jelas. Sebelumnya banyak kapal asing dibeking orang kuat Indonesia merugikan negara puluhan miliar dolar," ujarnya. (wdl/ang)











































