Lantas, apa alasan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) operator pelabuhan ini menggandeng operator dan shipping line internasional?
Corporate Secretary and General Affair, PT Pengembangan Pelabuhan Indonesia (PPI), Hambar Wiyadi, menjelaskan proses tersebut telah melalui tender internasional. Pengembangan dan pengoperasian New Priok mengundang operator pelabuhan dan shipping line asal Indonesia dan dunia untuk bermitra dengan Pelindo II.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini bidding (penawaran) internasional. Bidding terbuka," ujar Hambar kepada detikFinance, Selasa (5/4/2016).
Para investor tersebut nantinya akan membawa pasar baru ke Indonesia. Apalagi, mitra Pelindo II di dalam pengelolaan New Priok khususnya NPCT 1 seluas 32 hektar tersebut merupakan perusahaan besar di industri maritim dunia.
"Dia bisa bawa pasar baru ke Indonesia," sebutnya.
Tak hanya sebagai operator, para mitra itu juga berkontribusi dalam penyediaan dana untuk investasi. Apalagi, proyek pengembangan New Priok tidak dibiayai APBN. Untuk proyek NPCT 1 saja, total investasi mencapai Rp 4,9 triliun. NPCT 1 siap beroperasi pada September 2016.
"Sebagian dana dari mereka," sebutnya. (feb/ewi)











































