Pengelolaan New Priok Libatkan Singapura dan Jepang, Ini Alasannya

Pengelolaan New Priok Libatkan Singapura dan Jepang, Ini Alasannya

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Selasa, 05 Apr 2016 14:35 WIB
Pengelolaan New Priok Libatkan Singapura dan Jepang, Ini Alasannya
Foto: Pool
Jakarta - Pengoperasian Pelabuhan Kalibaru atau New Priok untuk New Priok Container Terminal (NPCT) 1 di Jakarta Utara akan melibatkan investor asal Jepang dan Singapura. Pengoperasian tidak 100% dilakukan oleh PT Pelindo II (Persero).

Lantas, apa alasan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) operator pelabuhan ini menggandeng operator dan shipping line internasional?

Corporate Secretary and General Affair, PT Pengembangan Pelabuhan Indonesia (PPI), Hambar Wiyadi, menjelaskan proses tersebut telah melalui tender internasional. Pengembangan dan pengoperasian New Priok mengundang operator pelabuhan dan shipping line asal Indonesia dan dunia untuk bermitra dengan Pelindo II.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, keluar sebagai pemenang ialah Mitsui & Co Ltd. (Mitsui), Nippon Yusen Kabushiki Kaisha (NYK Line) dan PSA International Pte Ltd (PSA). Selanjutnya, mereka bersama Pelindo II membuat perusahaan patungan bernama PT New Priok Container Terminal One.

"Ini bidding (penawaran) internasional. Bidding terbuka," ujar Hambar kepada detikFinance, Selasa (5/4/2016).

Para investor tersebut nantinya akan membawa pasar baru ke Indonesia. Apalagi, mitra Pelindo II di dalam pengelolaan New Priok khususnya NPCT 1 seluas 32 hektar tersebut merupakan perusahaan besar di industri maritim dunia.

"Dia bisa bawa pasar baru ke Indonesia," sebutnya.

Tak hanya sebagai operator, para mitra itu juga berkontribusi dalam penyediaan dana untuk investasi. Apalagi, proyek pengembangan New Priok tidak dibiayai APBN. Untuk proyek NPCT 1 saja, total investasi mencapai Rp 4,9 triliun. NPCT 1 siap beroperasi pada September 2016.

"Sebagian dana dari mereka," sebutnya. (feb/ewi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads