"Idealnya ada dua kebutuhan, pertama kesempatan kerja dan kedua adalah ekspor. Kalau ekspor kita sudah bagus ada tambahan tenaga kerja 2,5 juta per tahun," jelas Menko Perekonomian Darmin Nasution saat Pengukuhan dan Rapat Dewan Pengurus Kadin di Grand Ballroom Hotel Ritz Carlton, Jakarya Selatan, Selasa (5/4/2016).
Penambahan angkatan kerjaΒ ini dapat dilakukan di berbagai sektor, baik formal maupun informal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini pemerintah fokus terhadap penambahan ekspor agar produk dalam negeri dapat terus bersaing seiring dengan gencarnya impor dari berbagai negara.
"Kenapa harus ekspor? Saat ekonomi kita sudah tinggi pertumbuhannya, maka impor akan naik. Kalau impor naik maka diperbuatnya naik. Kita saat ini sangat sedikit menghasilkan bahan baku dan bahan modal," tutur Darmin.
Dirinya juga mengungkapkan bahwa saat ini kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia masih belum siap dalam menghadapi era perdagangan global.
"Tentu kelemahan terlihat pada SDM kita, selalu selama ini kita sebut namanya pelatihan. Di dalam konsep perdagangan yang semakin terbuka, area ini dikenal dengan mekanisme. Itu memerlukan drive yang baik. Saya harus mengakui drive itu belum muncul dalam hal ini," pungkas Darmin.
Dalam mewujudkan kualitas SDM yang baik, Darmin mengharapkan adanya bantuan dari serikat profesi dalam mengembangkan SDM dalam negeri.
"Kita perlu peranan asosiasi profesi. Kita perlu mendorong ini secepatnya, kalau tidak kita akan tertinggal dengan negara lain di ASEAN," tutup Darmin. (feb/feb)











































