Bunga Pinjaman Tinggi, Kontraktor RI Kalah Bersaing dengan Asing

Bunga Pinjaman Tinggi, Kontraktor RI Kalah Bersaing dengan Asing

Dana Aditiasari - detikFinance
Rabu, 06 Apr 2016 11:38 WIB
Bunga Pinjaman Tinggi, Kontraktor RI Kalah Bersaing dengan Asing
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Peluang pengembangan industri yang berkaitan dengan sektor infrastruktur di ASEAN mencapai US$ 3,3 tirliun. Namun, masih ada hambatan besar yang harus dialami pengusaha lokal untuk bisa menggarap proyek infrastruktur di negeri sendiri.
 
Hambatan itu terkait dengan beban biaya atau cost of money tinggi yang harus ditanggung pengusaha.

"Memang untuk bersaing dengan luar negeri, perusahaan kita belum bisa. Bukan karena tidak sanggup, tapi kita masih harus kerja keras dengan cost of money yang tinggi dibanding negara lain," ujar dia dalam diskusi di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (6/4/2016).

Beban biaya yang dimaksud adalah bunga pinjaman perbankan yang harus ditanggung pengusaha.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau negara lain bunganya bisa 2%-5%. Indonesia beban bunganya masih lebih tinggi dari itu. Itu yang membuat cost of money kita lebih besar sehingga kurang kompetitif ketika bersaing dengan kontraktor dari luar," kata dia.

Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan dukungan dari lembaga-lembaga terkait, karena Kementerian PUPR tak punya kewenangan mengatur besaran suku bunga.

"Tapi kalau melihat kemampuan, kapasitas kontraktor kita sudah mumpuni untuk bersaing. Untuk bersaing di luar negeri, ini memang menjadi PR (Pekerjaan Rumah) kita bersama," pungkas dia. (dna/hns)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads