Perusahaan RI di Panama Papers Belum Tentu Hindari Pajak

Perusahaan RI di Panama Papers Belum Tentu Hindari Pajak

Dina Rayanti - detikFinance
Rabu, 06 Apr 2016 12:50 WIB
Perusahaan RI di Panama Papers Belum Tentu Hindari Pajak
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Perusahaan dan nama orang dari seluruh dunia, termasuk asal Indonesia disebut dalam dokumen Panama Papers. Dokumen ini dikeluarkan oleh perusahaan firma hukum asal Panama, Mossack Fonseca.

Dalam daftar itu, perusahaan dan orang yang ada di dalam Panama Papers menempatkan uangnya di negara bebas pajak yang aman atau tax haven seperti Singapura, British Virgin Islands dan Cayman Islands. Identitas mereka sangat dilindungi. Karena kerahasian ini, muncul tudingan penempatan dana atau investasi di luar negeri (negara tax haven) untuk menghindari pembayaran pajak di negara asal.

Kepala Bappenas, Sofyan Djalil menilai penempatan dana atau pendirian perusahaan shell company di negara tax haven, belum tentu mengemplang atau menghindari pajak di negara asalnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Memang ada juga yang motivasi barangkali untuk menghindari pajak, jadi tidak bisa digeneralisir dan praktik itu umum sekali," kata Sofyan di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (6/4/2016).

Lanjut Sofyan, orang atau perusahaan asal Indonesia yang masuk dalam dokumen Panama Papers juga membayar pajak di Indonesia.

"Bisa anda lihat perusahaan-perusahaan Indonesia itu kan termasuk dalam daftar perusahaan yang dikeluarkan itu," ujarnya.

Meski demikian, Sofyan mengaku ada berbagai motif seseorang atau perusahaan asal Indonesia menempatkan dana di negara tax haven kemudian mendirikan perusahaan shell company yang  dirahasiakan identitas pemiliknya.

"Jadi motivasinya macam-macam, kalau misalnya pemerintah melihat apakah ini untuk menghindari pajak ada juga misalnya orang menyembunyikan paper company itu menghindari sesuatu yang supaya orang tidak tahu," sebutnya. (feb/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads