Dalam kunjungannya, Demitu didampingi oleh dua orang Deputi Menteri BUMN Ethiopia, Getachew Mengistie Alemayehu dan Meselech Wodajo Gawo serta rombongan lainnya.
Kedatangan Demitu di Kantor Kementerian BUMN RI diterima langsung oleh Menteri BUMN Rini Soemarno, serta sejumlah Deputi Kementerian BUMN dan Direktur Utama dari 4 BUMN yakni PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Pelni (Persero), PT Pelindo II (Persero) dan PT KAI (Persero).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertemuan sendiri berlangsung sejak pagi tadi sekitar pukul 9.00 WIB dan baru selesai sekitar pukul 11.30 WIB.
Rombongan Demitu langsung bergegas menuju mobil yang akan mengantarnya ke Stasiun Gambir dan Stasiun Manggarai.
Kunjungan Demitu dan rombongan ke Indonesia merupakan rangkaian kunjungan bilateral ke sejumlah negara yakni Vietnam, Indonesia, Malaysia dan Singapura untuk mempelajari cara mendirikan dan mengelola BUMN.
"Sebelumnya, BUMN mereka itu seperti di Indonesia masih menyatu di Kementerian Teknis sebagai unit kerja. Mereka ingin mengelola itu di bawah satu kementerian dan mengubah yang tadinya itu unit kerja menjadi badan usaha terpisah dari kementerian teknisnya," kata Staf Khusus Menteri BUMN, Riza Primadi dalam kesempatan yang sama.
Lanjut RIza, Ethiopia ingin mempelajari cara-cara mengelola BUMN setelah terpisah dari kementerian teknisnya.
"Intinya mereka belajar, gimana sih BUMN itu, bagaimana cara mereka mencari uang, bagaimana organisasi perusahaannya, bagaimana hubungan tanggungjawabnya ke negara dan seterusnya. Mereka ingin belajar ke Indonesia karena Indonesia bentuknya Kementerian. Kalau Singapura kan Temasek, dan Malaysia itu Khazanah. Itu lebih seperti Perusahaan Holding, mereka ingin belajarnya yang kementerian," pungkasnya.
Agenda Menteri Ethiopia ke Indonesia
Demitu dijadwalkan akan berada di Indonesia selama 3 hari. Kunjungannya ke Indonesia merupakan rangkaian tur ke sejumlah negara untuk belajar cara mengembangkan BUMN di negara dengan jumlah penduduk 90 juta orang tersebut. Lanjut Riza, tanggal 7 April kemarin, Demitu bersama rombongan menyambangi lokasi pembangunan Terminal 3 Ultimate, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.
"Mereka ingin membuka penerbangan langsung ke Indonesia karena kita dianggap sebagai mitra ekonomi yang baik bagi mereka. Mereka punya pesawat Ethiopia Air, kalau dibuka penerbangan Ethiopia-Jakarta, mereka ingin mendarat di sana (Terminal 3 Ultimate Soetta)," ujar Riza.
Hari ini, sambung Riza, Demitu akan menyambangi Stasiun Gambir dan Stasiun Manggarai yang merupakan salah satu pusat operasi dan perawatan kereta api di Indonesia.
Mereka juga dijadwalkan untuk menyambangi kantor Pelni.
"Mereka sebenarnya tidak punya wilayah laut, tidak punya garis pantai tapi mereka punya kapal laut yang dioperasikan bekerjasama dengan negara tetangganya," sambung Riza.
Ethiopia memang saat ini tengah bangkit, berbagai pembangunan tengah dikerjakan dari mulai jalan, jembatan hingga rel kereta.
"Sehingga mereka ingin belajar dari kita yang juga sama-sama sedang membangun," pungkas dia. (dna/feb)











































