Jokowi Cerita Soal Masa Kelam BUMN Sampai Sekarang Sudah Berbenah

Jokowi Cerita Soal Masa Kelam BUMN Sampai Sekarang Sudah Berbenah

Maikel Jefriando - detikFinance
Jumat, 08 Apr 2016 14:35 WIB
Jokowi Cerita Soal Masa Kelam BUMN Sampai Sekarang Sudah Berbenah
Foto: M Iqbal/detikcom
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) merasakan perubahan yang terjadi di Indonesia dari sisi kebijakan ekonomi, terutama pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti PT Pertamina (Persero), PT Garuda Indonesia Tbk, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), serta PT Bank Negara Indonesia Tbk.

Jokowi menceritakan periode di bawah 1980, penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) masih dilakukan sepenuhnya oleh Pertamina. Pelayanannya saat itu sangat buruk.

"Pertamina, SPBU kita tahun-tahun di bawah 1980, kumuh, tidak pernah dicat, iya kan? Ingat kita," ungkap Jokowi saat bertemu dengan para kepala daerah di Istana Negara, Jakarta, Jumat (8/4/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Situasi berubah saat beberapa perusahaan asing di sektor yang sama masuk ke Indonesia. Sebut saja seperti Shell, Petronas, dan Total. Adanya pesaing membuat Pertamina kemudian berbenah.

"Nyatanya yang asing malah ada yang tutup. Artinya kita bisa bersaing, tapi memang kita harus berubah, berbenah," ujarnya.

Kemudian adalah BRI dan BNI. Jokowi menuturkan saat periode 1970-1975, bank tersebut hanya buka sampai dengan pukul 14.00 WIB.

"Kalau ingat pegawai jam 1 jam 2 pulang kayak PNS kita. Begitu juga bank BNI, saya ingat waktu itu masih SMP. Kalau pulang sekolah disuruh ambil duit orang tua, bank sudah tutup," sebut Jokowi.

Perubahan juga terjadi sangat signifikan sekarang, dengan pelayanan yang semakin baik dan peningkatan bisnis di berbagai lini hingga mendorong peningkatan laba yang besar.

"BRI dan BNI sekarang jadi yang terbesar dan terbaik," imbuhnya.

Selanjutnya adalah Garuda Indonesia. Menurut Jokowi, dulunya  pelayanan dari BUMN penerbangan tersebut sangat buruk. Perusahaan tidak efisien sehingga tarif yang ditawarkan ke masyarakat sangat tinggi.

"Di tahun 1980 ke bawah, tidak ada pesaingnya. Pelayanannya sangat tidak baik, terlambat terus, tetapi begitu ada pesaing airlines yang swasta, kita lihat sekarang, ada di posisi 7 besar pelayanan terbaik di seluruh dunia," pungkasnya.

Jokowi menegaskan bahwa hal tersebut bisa menjadi acuan bagi pemerintah untuk berubah. Apalagi dengan kondisi persaingan yang terbuka bersama negara-negara lain.

"Jadi tergantung kita sebetulnya, mau atau tidak mau, niat atau tidak niat memperbaiki sistem, mempercepat pelayan, memperbaiki pelayanan," terang Jokowi. (mkl/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads